Valentine's Day Pumping Heart

Selasa, 15 Juli 2014

Fanfiction : Jongdae Hyung





Title                 : Jongdae Hyung
Scripwriter     : DaeKim
Cast                : Oh Sehun, Kim Jongdae, EXO member
Genre : Brothership, friendship
Rating            : General
Duration        : OneShoot

Summary       :
‘Dan aku baru menyadari, ada satu member yang sangat memperhatikan kami’


Hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Setelah beberapa bulan kami menggarap album baru, sembari menunggu comeback manager hyung memberi kami isirahat. Walaupun tidak banyak hari yang diberikan, tapi kami memanfaatkannya dengan baik. Seperti saat ini, semua member EXO sedang berkumpul di ruang tengah. Dan sepertiya Jongin hyung sedang berebut remote TV dengan Tao.


Hh… kupandangi laptop yang tengah menayangkan video EXO Showtime yang sudah berakhir beberapa waktu lalu. Banyak sekali sifat kami yang terungkap dalam acara itu. Tidak terkecuali Kris hyung, image cool nya berubah bahkan dari episode pertama. Lalu Baekhyun hyung, di acara itu dia bahkan lebih cerewet. Sama sepertiku yang mengatakan ‘yehet’ dan ‘ohorat’, kata-kata ‘kkaebsong’nya menjadi tren. Jongin hyung, jika aku boleh jujur, dia terlihat kalem dan ehm… manis dalam acara Showtime. Jangan beranggapan apa-apa, aku memang menyukai Jongin, tapi sebagai hyung.

Acara itu juga menunjukkan seberapa perhatiannya kita pada member lain. Dan aku baru menyadari ada satu member yang sangat memperhatikan kami. Percaya atau tidak, dia adalah Jongdae hyung. Ya, dari beberapa episode yang aku lihat dialah yang paling care dengan semuanya. Awalnya aku memang tidak begitu memperhatikan Jongdae hyung selama melakukan suting. Tapi setelah melihat video yang aku download, aku menyadari dia begitu care. Ingatan betapa perhatiannya Jongdae hyung berputar di otakku. Seakan menyuruhku mengingat kembali semua yang dia lakukan.

***

Flashback

Sungguh hari yang melelahkan. Tiba-tiba saja manager hyung menelfon dan memberitahu jika kami harus berlatih. Ya, album baru dan koreo dance baru. Kuakui dance kali ini sedikit susah dari dance Growl. Kami harus berlatih beberapa minggu demi melancarkan gerakan.
   “Hyung, apa kalian tidak membawa minum?” tanyaku pada mereka, dan mendapat jawaban gelengan kepala. Huh… kenapa manager hyung tidak menyiapkan minum untuk kami.
   “Bilang pada manager hyung aku keluar sebentar membeli minum!” suara cempreng itu membuatku menoleh. Kulihat Jongdae hyung keluar ruang latihan.

Hampir setengah jam kami menunggu Jongdae hyung. Tapi dia sama sekali belum menampakkan batang hidungnya. Tidak tahukan aku hampir mati kehausan.
   “Kenapa Jongdae lama sekali?” itu suara Suho hyung. Ternyata dia juga tidak sabar sepertiku.
   “Hyung aku haus,” rengekku dengan suara hampir serak. Ugh… benar-benar menyiksa.

Cklek…

Kami bersebelas menoleh, dan terlihat manager hyung membawa beberapa botol minuman. Akhirnya.
   “Maaf, aku lupa membelikan kalian minum. Dimana Jongdae?” tanyanya sembari melihat sekeliling ruangan.
   “Dia membeli minum untuk kami, Hyung. Nah itu dia,”
Luhan hyung menunjuk pintu yang terbuka. Nampak Jongdae hyung dengan dua plastik besar di kedua tangannya.
   “Hehe… maaf aku lama. Antriannya banyak sekali tadi. Eh… kalian sudah minum?”
Kami semua mengangguk. Kulihat ada satu gelas Bubble Tea di sana.  Perasaan tidak enak menjalar di hatiku.
   “Ini untukmu, Hun. Choco Bubble Tea,”
   “Woah… terimakasih, Hyung!”
Dan dia membagikan minuman yang barusan dia beli pada kami. Setelah hampir satu setengah jam beristirahat, kami melanjutkan berlatih.

Flashback end

***

Salah satu bentuk perhatian Jongdae hyung, dia bahkan tidak memasang wajah sedih saat kami mendapat minum dari manager hyung, sementara dirinya sudah membelikan dua belas cappuchino untuk kami, dan satu bubble tea untukku. Ah ya, saat Kyungsoo hyung sakit dan tidak bisa memasak, dialah yang membantu Yixing hyung dan Minseok hyung memasak sarapan. Perlu kalian ketahui, masakanya benar-benar enak walau tidak seenak masakan Kyungsoo hyung.

***

Flashback

Kulihat Jongin hyung dan Baekhyun hyung sibuk dengan baskom dan bubur ditangan mereka. Ya, Kyungsoo hyung demam tinggi. Mungkin karena jadwal latihan kami yang padat, ditambah dua hari berturut-turut kami mengisi acara tanpa istirahat. Lalu siapa yang memasak sarapan kali ini?
   “Hyung, aku lapar,” rengeku. Dan sepertinya hanya Jongdae hyung yang mendengarnya.
   “Eh… kau lapar, Hun? Mau kubuatkan ramen, atau apa?”
Sebenarnya sedikit tidak yakin, tapi mau bagaimana lagi. Tidak ada pilihan lain selain mengiyakan tawaran Jongdae hyung. Kami berdua masuk ke dapur, dan Jongdae hyung mengambil ramen lalu beberapa sayur di kulkas.
   “Kau tidak lupa kalau aku tidak suka sayur kan, Hyung?”
Jongdae hyung hanya tersenyum tanpa menoleh. Dia sibuk memotong sayuran dan memanaskan air. Setelah ramen siap, Jongdae hyung memasukan bumbu dan sayuran tadi ke dalamnya.
   “Ibuku selalu membuatkan ramen dengan sayur, dan aku yakin kau akan suka sayuran nanti,” dia berkata begitu sambil meletakkan semangkuk ramen di hadapanku. Aku memandangnya tidak yakin.
   “Makanlah, Hun. Kalau habis akan kubelikan bubble tea, bagaimana?”
Dengan semangat aku mengangguk dan memakan ramen buatannya. Percaya atau tidak, masakannya sangat enak.

Flashback end

***

Aku senyum-senyum sendiri mengingat sayur pertama yang aku masukan ke mulut. Bahkan semua member tidak percaya saat aku memakan sayur buatan Kyungsoo hyung. Aku hanya bilang tanya saja pada Jongdae hyung.

Tok tok tok

   “Cepat keluar, Hun. Kita ada latihan mendadak!” itu suara Jongdae hyung. Cepat-cepat aku mematikan laptop dan mengganti baju. Kulihat semua member sudah bersiap ditemani manager hyung yang sepertinya sedang menghubungi seseorang.
   “Kenapa mendadak, Hyung?”
   “Sebentar lagi kita comeback, mungkin ini latihan terakhir sebelum kita dipisah lagi,” jawab Jongdae hyung sambil merangkulku yang notabene lebih tinggi darinya kekeke.
   “Hyung, belikan aku bubble tea, ya?”
   “Oke, nanti malam kita keluar,”
   “Thanks, Hyung. Ayo, susul yang lain,”
Jongdae hyung, aku mencintaimu hahaha.

***



Sehun meringis ngeri melihat Jongin berteriak memegangi kakinya. Tiba-tiba saja kakinya terkilir, dan berterimakasihlah pada Jongdae yang sigap menopang tubuh pemuda tan itu. Jongdae dibantu Suho dan Minseok membawa Jongin ke pinggir untuk ditangani pelatih mereka. terlihat pelatih menggelengkan kepalanya.
   “Bersyukurlah kalian sudah hafal dengan koreo dance kali ini. Jongin butuh istirahat total sampai kakinya benar-benar sembuh. Jadi untuk beberapa hari kedepan kalian libur dari latihan,” itu pesan pelatih mereka sebelum meninggalkan ruangan dance.

Mereka kembali ke dorm. Sehun menatap Jongdae yang tengah memapah Jongin menuju kamar mereka. Pemuda yang merangkap member termuda itu tersenyum samar. Sudah tidak mengherankan baginya melihat sikap keibuan Jongdae.

***

   “Hun, tolong ambilkan air hangat sekalian kain kompres, ya,” ujar Suho yang kebetulan dekat dengan Sehun. Member paling muda itu mengangguk dan mencari baskom untuk mengisi air dingin. Setelah itu mengambil kain kompres di tempat P3K dan mengantarkannya ke kamar Jongin.
   “Apa Jongin masih sakit, Hyung?” tanya Sehun pada Jongdae yang mengurut kaki Jongin.
   “Mungkin, mengingat dia juga punya cidera di pinggul. Kau istirahat saja, Hun. Terimakasih airnya,”
Sehun mengangguk dan melangkah keluar kamar. Lagi-lagi pemuda itu tersenyum samar melihat Jongdae telaten mengompres kaki bengkak Jongin.

Tidak biasanya Sehun bangun di tengah malam. Terlebih saat ini dia tidak bisa kembali merasakan dunia mimpinya. Walaupun besok dan seterusnya mereka bebas jadwal, tapi tetap saja dia harus menjaga kesehatan. Bisa habis anak itu mendengar ceramah Suho dan Kris. Ia menolehkan kepalanya ke kasur Kyungsoo yang tengah pulas. Mana mungkin dia membangunkan Kyungsoo hanya untuk membuatkannya susu, yang benar saja. Dengan sedikit paksaan hati, Sehun memilih membuat susu sendiri.

Baru melangkah keluar kamar, matanya menangkap siluet seseorang yang masuk ke dapur. Diliputi rasa penasaran, Sehun berjalan pelan-pelan menuju dapur. Matanya memincing saat melihat tubuh kecil tengah mengubek-ngubek kotak P3K.
   “Jongdae hyung?” panggilnya pelan dan cukup membuat orang itu melonjak kaget, tapi berakhir meringis pelan.
   “Hyung, kau sedang apa?” tanya anak itu penasaran. Terlebih saat melihat hyungnya yang meringis kesakitan.
   “Hehe… aku sedang mencari obat urut untuk Jongin. Kau sendiri sedang apa, Hun?” Jongdae menggaruk tengkuknya. Sesekali pemuda itu meringis memegangi kakinya, dan membuat rasa penasaran Sehun bertambah. Dia yakin sekali apa yang terjadi dengan hyungnya itu.
   “Obat urut itu untuk kakimu kan, Hyung? Kau juga terkilir, kan?” pertanyaan Sehun membuat Jongdae memasang cengiran.
   “Jangan bilang dengan semuanya, Hun. Kakiku tidak separah Jongin, aku masih bisa berjalan normal. Ngomong-ngomong, kau mau apa ke dapur, Hun?”
Sehun hanya menghela nafas. Ia sangat tahu Jongdae adalah orang yang keras kepala.
   “Aku mau buat susu, Hyung,”
   “Mau kubuatkan sekalian?” tawar Jongdae yang dijawab anggukan Sehun. Dan setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing. 

***

Sehun menggeliat pelan. Suara ribut di luar kamar benar-benar menganggunya. Dengan langkah diseret pemuda albino itu keluar dari kamar. Matanya yang masih mengantuk mendadak terbuka lebar melihat semua member meraung-raung tidak jelas.
   “Ada apa, Hyung?” tanya Sehun pada Luhan yang dekat dengannya.
   “Kyungsoo tidak membuat sarapan hari ini. Dia menemani Minseok untuk mengantar Jongin ke dokter,”

Sehun hanya menganggukan kepalanya mengerti. Ia menyusul Baekhyun dan Chanyeol yang tergeletak tidak berdaya di lantai sambil memegangi perut mereka. Sampai suara pintu terbuka, memunculkan sosok Jongdae yang sepertinya juga baru bangun.
   “Kenapa pagi-pagi sudah ribut?” tanya Jongdae dengan suara serak khas bangun tidur. Beberapa member menatap kearahnya degan muka ditekuk.
   “Kyungsoo tidak membuat sarapan. Dia sedang menemani Minseok hyung mengantar Jongin periksa,” jawab Chanyeol
   “Kami lapar, Dae. Bagaimana kalau tubuhku yang kurus bertambah kurus karena tidak diberi asupan makanan. Apa-apaan Kyungsoo itu, tidak memberi kita makan sebelum pergi. Arghhh… aku bisa mati!!” tiba-tiba saja Baekhyun meraung tidak jelas membuat semua member menatapnya datar. Dan berhasil membuat beberapa member membekapnya dengan bantal. Jongdae terkekeh melihat kelakuan Baekhyun dan member lainnya.
   “Mau kumasakkan? Kebetulan eomma mengirim beberapa resep makanan untuk kita,”
   “Aku mau!!” jawab seluruh member serempak, kecuali Sehun. Pemuda albino itu menatap intens hyungnya yang tengah berjalan dengan kaki diseret menuju dapur.
   ‘dasar Jongdae hyung bodoh,’
Batinnya menggerutu. Ia begitu heran dengan hyungnya yang satu itu. bagaimana mungkin Jongdae bersikap baik, sementara sepertinya yang lain tidak terlalu peduli dengannya.

Menunggu adalah hal yang paling menyebalkan bagi Sehun. Member termuda itu memilih menghampiri Jongdae dan Chanyeol yang sibuk membuat sarapan.
   “Hyung, apa sudah selesai?”
   “Sebentar lagi, Hun. Sabar saja, ya. Aku akan memanggil kalian kalau sudah jadi. Yeol, tolong masukan sayurnya ke panci,”
   “Siap, Dae,”
Sehun menurut dan kembali keruang tengah. Berkumpul dengan member lain. Otaknya dipenuhi dengan Jongdae. Bimbang ingin mengatakan perihal terkilirnya kaki Jongdae atau tidak. dan akhirnya ia memilih menceritakannya.
   ‘Demi kebaikanmu juga, Hyung, hehe maafkan aku,’
Sehun menatap satu persatu hyung-hyungnya. Ia menghirup nafas sebelum memanggil mereka.
   “Hyungdeul,” panggilnya pelan, tapi sukses membuat semua menatapnya.
   “Ada apa, Hun?” tanya Baekhyun yang paling dekat dengannya.
   “Menurut kalian… Jongdae hyung itu bagaimana?” perntayaan itu sukses membuat semua member mengernyitakn dahi.
   “Maksudmu?”
   “Hh… tadi malam aku melihat Jongdae hyung mencari obat urut di dapur. Sebenarnya bukan Jongin saja yang terkilir, percaya atau tidak Jongdae hyung juga terkilir. Aku tidak tahu kapan pastinya, tapi mungkin saat dia menahan tubuh Jongin…”
Dan mengalirlah cerita Sehun tentang Jongdae. Semua sikap Jongdae pada mereka, kepeduliannya, sifat mengalahnya walaupun sedikit keras kepala, dan semua yang ada di benak Sehun tentang Jongdae.

***

Beberapa hari setelah Sehun menceritakan semua tentang Jongdae, suasana dorm sedikit berbeda. Mereka sama sekali tidak memaksa Jongdae untuk menceritakan tentang kakinya, hanya saja tingkah mereka menjadi lebih perhatian dengan pemuda merangkap main vocal itu.

Hari yang menyenangkan bagi member EXO. Manager hyung mengajak mereka untuk jalan-jalan, sekedar refreshing sebelum mereka comeback. Tentu saja Sehunlah yang sangat antusias dengan jalan-jalan kali ini. Tidak sengaja matanya menangkap Jongdae yang tengah berkelahi dengan Baekhyun. Dan tiba-tiba saja muncul ide gila yang menurutnya menarik.
   “Hyungdeul…” beberapa hyungnya menoleh keara Sehun. Member termuda itu membisikan rencana gilanya. Senyum mereka mengembang setelah mendengar rencana Sehun, dan menyalurkannya pada member lain, kecuali Jongdae dan salah satu member.

***

Mereka mengunjungi kebun binatang. Entah apa maksud manager membawa mereka ketempat itu. Semuanya berpencar. Kini Sehun bersama Tao, Baekhyun, dan Jongdae tengah menikmati suara cicitan burung. Sementara Baekhyun dan Jongdae tengah asik dengan dunia mereka sendiri, Sehun menghubungi semua member dan melancarkan aksinya.
   “Hyung, aku ke toilet dulu, ya?”
   “Oh… cepat kembali, Hun,” hanya itu respon yang keduanya berikan. Setelah kedua maknae itu pergi, Baekhyun dan Jongdae kembali menikmati dunia mereka.
   “Baek, aku beli minum dulu, ya. Kutinggal tidak apa-apa, kan?”
Baekhyun hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya. Ia sama sekali tidak sadar jika ada dua orang yang sedang mengawasinya. Dan melihat kesempatan itu dengan cekatan keduanya membekap mulut Baekhyun dan membawanya pergi.

Jongdae mengamati ponselnya. Tertera nomor tidak dikenal di layar ponselnya. Dengan ragu ia menerima telpon.
   “Yeoboseyo…”
   “Ehem… maaf menganggu Jongdae-ssi. Hanya saja, aku ingin memberitahu kalau temanmu Baekhyun sedang berada ditanganku. Silahkan kembali ke dorm sebelum senja, atau bukan hanya Baekhyun saja yang tidak selamat, kemungkinan teman-temanmu juga ikut terkena imbasnya. Selamat siang,”
Mendengar itu tubuh Jongdae benar-benar membeku. Ia berusaha menghubungi semua member, tapi tidak ada yang aktif. Dengan pikiran kalut ia segera berlari ke pintu keluar dan sayangnya ia mendapati van milik manager tidak ada di parkiran.
   “Bagaimana caranya aku pulang. Ya Tuhan… tolong aku,” gumannya. Pemuda itu merogoh kantong dan membuka dompetnya. Tidak banyak uang yang ia bawa, dan sepertinya ia harus jalan kaki menuju dorm. Oh Tuhan, yang benar saja. Jarak menuju dorm benar-benar jauh. Dan dengan tekad bulat Jongdae berlari menuju dorm mereka.

***

Terlihat Suho tengah menyiapkan fans Jongdae di pinggir pantai. Sementara Chanyeol dan Sehun sibuk memasang banner bertuliskan ‘Thanks for All Kim Jongdae, We Love You’ yang dipasang di balon berbentuk merpati. Tidak lama kemudian beberapa sunbaenim mereka datang dengan mobil masing-masing. Jangan tanyakan bagaimana Sehun merencanakan ini semua, karena sebenarnya dia sudah memikirkan ini sehari sebelum ia mengajak semua member melakukan rencananya.
   “Bagaimana keadaan Jongdae?” tanya Minseok. Sehun melihat layar laptopnya.
   “Aku tidak tega melihat Jongdae hyung yang lari-lari menuju dorm. Belum lagi habis itu dia harus ke tempat latihan untuk melihat semua kesan-kesan tentang dirinya, lalu berlari kemari,” ujar Sehun tanpa dosa dan membuat Luhan menjitaknya gemas.
   “Kau yang merencanakan ini semua, Hun!”
Sehun memasang cengirannya. Berharap saja Jongdae tidak drop setelah mendapat kejutan yang ia buat.

***

Sementara di ruang latihan, terlihat Kyungsoo dan Baekhyun -dengan wajah masam tentu saja- tengah sibuk menempelkan kertas berisi kesan-kesan mereka pada Jongdae. Mereka bekerja dalam diam, itu karena Kyungsoo tidak ingin membuat mood Baekhyun tambah buruk, mengingat jantung penyuka eyeliner itu hampir lepas karena dibekap dan di seret paksa menuju van.

***

Kembali ke tempat Jongdae. Pemuda itu tidak peduli dengan tatapan aneh orang-orang di sekitarnya. Nafasnya hampir habis setelah berlari dengan jarak lebih dari lima kolometer. Ia bisa melihat gedung apartemen dimana member EXO tinggal. Tinggal sebentar lagi dan dia bisa menyelamatkan teman-temannya.

Ponselnya kembali bergetar, menampilkan nomor tidak dikenal. Tepat di depan dormnya, Jongdae mengangkat telpon itu.
   “Sudah sampai ternyata. Aku bangga padamu yang rela berlari sejauh itu hanya untuk menyelamatkan teman-temanmu. Tapi sayang, karena menunggumu terlalu lama, aku membawa mereka pergi. Pergilah ke tempat kalian berlatih dan temukan petunjuk di sana. Semoga berhasil, Jongdae-ssi,”
Belum sempat ia menyela, sambungan itu sudah terputus. Dengan tergesa Jongdae membuka pintu dorm, dan menampilkan kondisi dorm yang berantakan. Membuatnya yakin kalau orang itu benar-benar menculik teman-temannya. Dengan kesal ia mengacak rambutnya dan berlari kembali menuju gedung SM. Mengetahui orang itu tahu tempat dimana mereka berlatih, ia menduga penculik itu adalah orang dalam. Tanpa peduli nafasnya yang tinggal sedikit dan kakinya yang mulai kaku, ia terus berlari menuju gedung SM.

***

Semua persiapan sudah siap. Sehun memandang banner besar yang ia persiapakan untuk Jongdae. Begitu juga member EXO dan beberapa sunbaenimnya.
   “Apa Jongdae hyung sudah menuju kemari?” tanya Sehun dengan Yixing.
   “Dia sedang masuk ke gedung SM. Mungkin satu jam lagi dia kemari,” ujarnya sambil melihat layar laptop. Sekedar pemberitahuan, Sehun sengaja meminta bantuan salah satu fans untuk merekam gerak Jongdae. Dan ia bersyukur karena fans itu bisa diandalkan.
   “Aku benar-benar tidak percaya dia rela melakukan ini demi kita. Bahkan Jongdae bisa saja naik taksi agar sampai lebih cepat,” sahut Tao.
   “Jangan asal bicara! Dia tidak membawa banyak uang tadi. Mana mungkin dia naik taksi dengan konsisi seperti itu, bodoh!” celetuk Baekhyun sengit membuat mereka terdiam. Oh ayolah, mereka masih merasa tidak enak dengan Baekhyun yang memang tidak tahu menahu rencana ini.
   “Lalu bagaimana dengan Jongin?” tanya Kris sambil menatap layar ponselnya, berjaga kalau Jongdae tiba-tiba menelfon. Ya, dialah yang menelfon Jongdae dengan suara sedikit disamarkan.
   “Dia bersama manager hyung. Mereka juga mengikuti Jongdae hyung dengan van,” jelas Sehun yang mengakhiri percakapan mereka.

***

Perasaan ragu menyelimuti hatinya. Berbagai macam pikiran buruk memenuhi otaknya. Bagaimana kalau penculik itu sengaja menyuruhnya ke ruang latihan. Sengaja agar dia terkecoh dan memperlambat geraknya untuk menyelamatkan teman-temannya.
   “Masa bodoh, yang penting mereka selamat,” gumannya kesal dan membuak pintu ruang latihan dengan kasar. Selama beberapa menit pemuda itu mematung melihat apa yang ada di hadapannya. Dinding kaca penuh dengan kertas-kertas kecil. Setelah pulih dari lamunan, Jongdae berjalan menuju dinding kaca, mengambil salah satu kertas yang tertempel. Matanya melebar membaca tulisan itu.

Jongdae...
Dia sangat hebat, pekerja keras.
Bahkan dia belajar keras bahasa China demi
fansnya yang ada di China.

Diambilnya lagi kertas yang ada di dekatnya. Membacanya sampai benar-benar percaya kalau semua kertas itu berisi kesan-kesan tentang dirinya.

Seperti namanya Orange Chen.
Aku tidak tahu apa hubungan jeruk dengan namanya kekeke...

Kekeke... Jongdae bahkan lebih hebat dariku.
Dia dengan cepat menguasai bahas China, padahal kami belajar bersama.

Tanpa pemuda itu sadari, matanya sudah berlinang air mata. Tidak menyangka jika semua member melakukan ini. Matanya menangkap sebuah tulisan besar di salah satu sisi dinding kaca.

Pergi ke pantai xxx
Kami menunggumu :*

Ia terkekeh melihat emoticon yang sudah pasti di tulis Baekhyun. Ia hafal dengan tulisan member penyuka eyeliner itu. Jongdae memilih untuk beristirahat sebentar sembari membaca beberapa kesan-kesan yang ditulis disana, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya ke pantai yang disebutkan Baekhyun.

***

Mereka bersiap, Jongin mengabari jika Jongdae akan sampai beberapa menit lagi. Terlihat manager mereka membantu Jongin menghampiri mereka.
   “Itu Jongdae hyung!” seru Kyungsoo sambil menunjuk sosok Jongdae yang tengah tertatih menghampiri mereka. Baekhyun dan Chanyeol menghampiri Jongdae, membantunya berjalan.
   “Kejutan!” seru mereka. jongdae tersenyum, entah kenapa ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Hanya bisa merasakan matanya memanas.
   “Kalian yang menyiapkan ini semua?” tanyanya lirih.
   “Lebih tepatnya, Sehun yang mengajak kita untuk merencanakan ini. dia menceritakan semuanya tentangmu. Kau benar-benar eomma kami di EXO, Dae. Kyungsoo bahkan kalah dibandingkan denganmu. Ckck...” Kris merangkul pundak Jongdae.
   “Aku melakukannya karena aku menyayangi kalian. Kenapa banyak fans disini?”
   “Sehun yang memintanya,”
Jongdae menatap Sehun, mengucapkan rasa terimakasihnya lewat tatapan mata.
   “Hei, apa kalian tega menyuruh kami terus-terusan memegangi ini?” mereka menoleh ke arah beberapa fans bersama Kyuhnyun dan Donghae.
   “Itu apalagi?”
   “Banner khusus untukmu, hehe. Kau mau menerbangkannya, Hyung?” tawar Sehun. Jongdae mengangguk dan dituntun menuju fansnya. Ia menatap fansnya yang tidak seberapa. Kyuhyun memberikan tali balon itu pada Jongdae dan mengacak rambutnya. Perlahan Jongdae melepas tali itu dan menerbangkan balon berbentuk burung ke udara.
   “Kau yang terhebat, Hyung. Aku bangga memiliki hyung sepertimu,”
Jongdae mengelus rambut member termuda itu. Mereka memandangi langit senja yang dihiasi balon-balon terbang dengan banner yang menurut Jongdae sedikit memalukan. Matanya terasa berat. Lelah, tentu saja. Berlarian sepanjang jalan membuatnya mengantuk. Dan dalam rangkulan Sehun ia tertidur pulas.
   “Hyung...”
Sehun menoleh dan mendapati Jongdae tertidur di bahunya. Ia memberitahu Chanyeol untuk menggendongnya ke van dan kembali ke dorm.
   “Kau hebat, Hun. Merencanakan ini hanya untuk Jongdae, walaupun sedikit keterlaluan sih,”
   “Diamlah, Hyung. Aku hanya ingin mengerjai Jongdae hyung saja hehe,”
Setelah berkata begitu jitakan manis mendarap di kepalanya. Siapa lagi kalau bukan Luhan.
   “Hyung!”
   “Apa? Sudah ayo pulang,” Luhan membekap Sehun dan menyeretnya menuju van. Tidak sadarkah tingkah mereka membuat semua fans itu menjerit -_-.

***

   “Kakiku...”
Dan beginilah nasib seorang Jongdae. Kakinya bengkak akibat lari kemarin. Semua member bergantian merawat Jongdae. Dan jadwal latihan mereka terpaksa diundur lagi.
   “Maafkan aku, Hyung,” ujar Sehun saat ia kebagian merawatnya. Jongdae hanya tersenyum. 
   “Tidak apa-apa, Hun. Aku yang harusnya berterimakasih padamu,”
   “Aku melakukan itu untuk memberimu kejutan, selama ini kau selalu peduli pada kami,”
   “Terimakasih, Hun. Kalau begitu kau istirahat saja, aku mau tidur,”
   “Baiklah, Hyung. Jalja...”
Sehun tersenyum memandangi wajah Jongdae yang tertidur pulas. Ia berharap sikap hyung satu itu tidak berubah dan tetap care dengan semuanya terutama diriya sendiri.

***

Side story


Sehun menghubungi beberapa senior yang tidak ada jadwal. Ia juga meminta Suho untuk mengumpulakn fans mereka dibantu dengan sang manager. Sementara itu, Kris dan Chanyeol kebagian tugas untuk menculik Baekyun (dan berakhir dengan didiamkan Baekhyun selama dua hari). Sementara banner dan balon itu, sebenarnya Sehun sudah memesannya sehari sebelum mereka melakukan rencana gilanya itu.

-END-


Salah satu dari fanfiction buatanku ^^
silahkan dibaca dan mohon komentarnya ^^

1 komentar:

  1. Mungkin sedikit saran untuk mama poo, lain kali pakai spasi ya:> kayak misal antar dialog, sering tertukar saya, hahaha.

    Lanjutkan

    BalasHapus