Title : Jongdae Hyung
Scripwriter :
DaeKim
Cast : Oh Sehun, Kim Jongdae, EXO
member
Genre : Brothership, friendship
Rating :
General
Duration :
OneShoot
Summary
:
‘Dan
aku baru menyadari, ada satu member yang sangat memperhatikan kami’
Hari
yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Setelah beberapa bulan kami menggarap
album baru, sembari menunggu comeback manager hyung memberi kami isirahat.
Walaupun tidak banyak hari yang diberikan, tapi kami memanfaatkannya dengan
baik. Seperti saat ini, semua member EXO sedang berkumpul di ruang tengah. Dan
sepertiya Jongin hyung sedang berebut remote TV dengan Tao.
Hh…
kupandangi laptop
yang tengah menayangkan video EXO Showtime yang sudah berakhir beberapa waktu
lalu. Banyak sekali sifat kami yang terungkap dalam acara itu. Tidak terkecuali
Kris hyung, image cool nya berubah bahkan dari
episode pertama. Lalu Baekhyun hyung, di acara itu dia bahkan lebih cerewet.
Sama sepertiku yang mengatakan ‘yehet’ dan ‘ohorat’, kata-kata ‘kkaebsong’nya
menjadi tren. Jongin hyung, jika aku boleh jujur, dia terlihat kalem dan ehm…
manis dalam acara Showtime. Jangan beranggapan apa-apa, aku memang menyukai
Jongin, tapi sebagai hyung.
Acara
itu juga menunjukkan seberapa perhatiannya kita pada member lain. Dan aku baru menyadari ada
satu member yang sangat memperhatikan kami. Percaya atau tidak, dia adalah
Jongdae hyung. Ya, dari beberapa episode yang aku lihat dialah yang paling care
dengan semuanya. Awalnya aku memang tidak begitu memperhatikan Jongdae hyung
selama melakukan suting. Tapi setelah melihat video yang aku download, aku
menyadari dia begitu care. Ingatan betapa perhatiannya Jongdae hyung berputar
di otakku. Seakan menyuruhku mengingat kembali semua yang dia lakukan.
***
Flashback
Sungguh
hari yang melelahkan. Tiba-tiba saja manager hyung menelfon dan memberitahu
jika kami harus berlatih. Ya, album baru dan koreo
dance baru. Kuakui dance kali ini sedikit susah dari dance Growl. Kami
harus berlatih beberapa minggu demi melancarkan gerakan.
“Hyung, apa
kalian tidak membawa minum?” tanyaku pada mereka, dan mendapat jawaban gelengan
kepala. Huh… kenapa manager hyung tidak menyiapkan
minum untuk kami.
“Bilang pada manager hyung aku keluar
sebentar membeli minum!” suara cempreng itu membuatku menoleh. Kulihat Jongdae
hyung keluar ruang latihan.
Hampir
setengah jam kami menunggu Jongdae hyung. Tapi dia sama sekali belum
menampakkan batang hidungnya. Tidak tahukan aku hampir mati kehausan.
“Kenapa Jongdae lama sekali?” itu suara Suho
hyung. Ternyata dia juga tidak sabar sepertiku.
“Hyung aku haus,” rengekku dengan suara
hampir serak. Ugh… benar-benar menyiksa.
Cklek…
Kami
bersebelas menoleh, dan terlihat manager hyung membawa beberapa botol minuman.
Akhirnya.
“Maaf,
aku lupa membelikan kalian
minum. Dimana Jongdae?” tanyanya sembari melihat sekeliling ruangan.
“Dia membeli minum untuk kami, Hyung. Nah
itu dia,”
Luhan
hyung menunjuk pintu yang terbuka. Nampak Jongdae hyung dengan dua plastik besar di kedua tangannya.
“Hehe… maaf aku lama. Antriannya banyak sekali tadi. Eh… kalian sudah
minum?”
Kami
semua mengangguk. Kulihat ada satu gelas Bubble Tea di sana. Perasaan tidak enak menjalar di hatiku.
“Ini untukmu, Hun. Choco Bubble Tea,”
“Woah… terimakasih, Hyung!”
Dan
dia membagikan minuman yang barusan dia beli pada kami. Setelah hampir satu
setengah jam beristirahat, kami melanjutkan berlatih.
Flashback
end
***
Salah
satu bentuk perhatian Jongdae hyung, dia bahkan tidak memasang wajah sedih saat
kami mendapat minum dari manager hyung, sementara dirinya sudah membelikan dua
belas cappuchino untuk kami, dan satu bubble tea untukku. Ah ya, saat Kyungsoo
hyung sakit dan tidak bisa memasak, dialah yang membantu Yixing hyung dan
Minseok hyung memasak sarapan. Perlu kalian ketahui, masakanya benar-benar enak
walau tidak seenak masakan Kyungsoo hyung.
***
Flashback
Kulihat
Jongin hyung dan Baekhyun hyung sibuk dengan baskom dan bubur ditangan mereka.
Ya, Kyungsoo hyung demam tinggi. Mungkin karena jadwal latihan kami yang padat,
ditambah dua hari berturut-turut kami mengisi
acara tanpa istirahat. Lalu siapa yang memasak sarapan kali ini?
“Hyung, aku lapar,” rengeku. Dan sepertinya
hanya Jongdae hyung yang mendengarnya.
“Eh… kau lapar,
Hun? Mau kubuatkan ramen, atau apa?”
Sebenarnya sedikit tidak yakin, tapi mau bagaimana lagi. Tidak
ada pilihan lain selain mengiyakan tawaran Jongdae hyung. Kami berdua masuk ke
dapur, dan Jongdae hyung mengambil ramen lalu beberapa sayur di kulkas.
“Kau tidak lupa kalau aku tidak suka sayur
kan, Hyung?”
Jongdae
hyung hanya tersenyum tanpa menoleh. Dia sibuk memotong sayuran dan memanaskan
air. Setelah ramen siap, Jongdae hyung memasukan bumbu dan sayuran tadi ke
dalamnya.
“Ibuku
selalu membuatkan ramen dengan
sayur, dan aku yakin kau akan suka sayuran nanti,” dia berkata begitu sambil meletakkan semangkuk ramen
di hadapanku. Aku memandangnya tidak yakin.
“Makanlah, Hun. Kalau habis akan kubelikan bubble tea, bagaimana?”
Dengan
semangat aku mengangguk dan memakan ramen buatannya. Percaya atau tidak,
masakannya sangat enak.
Flashback
end
***
Aku
senyum-senyum sendiri mengingat sayur pertama yang aku masukan ke mulut. Bahkan
semua member tidak percaya saat aku memakan sayur buatan Kyungsoo hyung. Aku
hanya bilang tanya saja pada Jongdae hyung.
Tok
tok tok
“Cepat keluar, Hun. Kita ada latihan
mendadak!” itu suara Jongdae hyung. Cepat-cepat aku mematikan laptop dan
mengganti baju. Kulihat semua member sudah bersiap ditemani manager hyung yang
sepertinya sedang menghubungi seseorang.
“Kenapa mendadak, Hyung?”
“Sebentar lagi kita comeback, mungkin ini latihan terakhir
sebelum kita dipisah lagi,” jawab Jongdae hyung sambil merangkulku yang
notabene lebih tinggi darinya kekeke.
“Hyung, belikan aku bubble tea, ya?”
“Oke, nanti malam kita keluar,”
“Thanks, Hyung. Ayo, susul yang lain,”
Jongdae
hyung, aku mencintaimu hahaha.
***
Sehun
meringis ngeri melihat Jongin berteriak memegangi kakinya. Tiba-tiba saja
kakinya terkilir, dan berterimakasihlah pada Jongdae yang sigap menopang tubuh
pemuda tan itu. Jongdae dibantu Suho dan Minseok membawa Jongin ke pinggir
untuk ditangani pelatih mereka. terlihat pelatih menggelengkan kepalanya.
“Bersyukurlah kalian sudah hafal dengan
koreo dance kali ini. Jongin butuh istirahat total sampai kakinya benar-benar
sembuh. Jadi untuk beberapa hari kedepan kalian libur dari latihan,” itu pesan
pelatih mereka sebelum meninggalkan ruangan dance.
Mereka
kembali ke dorm. Sehun menatap Jongdae yang tengah memapah Jongin menuju kamar
mereka. Pemuda yang merangkap member termuda itu tersenyum samar. Sudah tidak
mengherankan baginya melihat sikap keibuan Jongdae.
***
“Hun, tolong ambilkan air hangat sekalian
kain kompres, ya,” ujar Suho yang kebetulan dekat dengan Sehun. Member paling muda itu mengangguk
dan mencari baskom untuk mengisi air dingin. Setelah itu mengambil kain kompres
di tempat P3K dan mengantarkannya ke kamar Jongin.
“Apa Jongin masih sakit, Hyung?” tanya Sehun
pada Jongdae yang mengurut kaki Jongin.
“Mungkin, mengingat dia juga punya cidera di
pinggul. Kau istirahat saja, Hun. Terimakasih airnya,”
Sehun
mengangguk dan melangkah keluar kamar. Lagi-lagi pemuda itu tersenyum samar
melihat Jongdae telaten mengompres kaki bengkak Jongin.
Tidak biasanya Sehun bangun di tengah malam. Terlebih
saat ini dia tidak bisa kembali merasakan dunia mimpinya. Walaupun besok dan
seterusnya mereka bebas jadwal, tapi tetap saja dia harus menjaga kesehatan.
Bisa habis anak itu mendengar ceramah Suho dan Kris. Ia menolehkan kepalanya ke
kasur Kyungsoo yang tengah pulas. Mana mungkin dia
membangunkan Kyungsoo hanya untuk membuatkannya susu, yang benar saja. Dengan
sedikit paksaan hati,
Sehun memilih membuat susu sendiri.
Baru
melangkah keluar kamar, matanya menangkap siluet seseorang yang masuk ke dapur.
Diliputi rasa penasaran, Sehun berjalan pelan-pelan menuju dapur. Matanya
memincing saat melihat tubuh kecil tengah mengubek-ngubek kotak P3K.
“Jongdae hyung?” panggilnya pelan dan cukup
membuat orang itu melonjak kaget, tapi berakhir meringis pelan.
“Hyung, kau sedang apa?” tanya anak itu
penasaran. Terlebih saat melihat hyungnya yang meringis kesakitan.
“Hehe… aku sedang mencari obat urut untuk
Jongin. Kau sendiri sedang apa,
Hun?” Jongdae menggaruk tengkuknya. Sesekali pemuda
itu meringis memegangi kakinya, dan membuat rasa penasaran Sehun bertambah. Dia yakin sekali apa yang
terjadi dengan hyungnya itu.
“Obat urut itu untuk kakimu kan, Hyung? Kau
juga terkilir, kan?” pertanyaan Sehun membuat Jongdae memasang cengiran.
“Jangan bilang dengan semuanya, Hun. Kakiku
tidak separah Jongin, aku
masih bisa berjalan normal. Ngomong-ngomong, kau mau apa ke dapur, Hun?”
Sehun
hanya menghela nafas. Ia sangat tahu Jongdae adalah orang yang keras kepala.
“Aku
mau buat susu, Hyung,”
“Mau
kubuatkan sekalian?” tawar Jongdae yang dijawab anggukan Sehun. Dan setelah itu
mereka kembali ke kamar masing-masing.
***
Sehun
menggeliat pelan. Suara ribut di luar kamar benar-benar menganggunya. Dengan
langkah diseret pemuda albino itu keluar dari kamar. Matanya yang masih
mengantuk mendadak terbuka lebar melihat semua member meraung-raung tidak
jelas.
“Ada apa, Hyung?” tanya Sehun pada Luhan
yang dekat dengannya.
“Kyungsoo tidak membuat sarapan hari ini.
Dia menemani Minseok untuk mengantar Jongin ke dokter,”
Sehun
hanya menganggukan kepalanya mengerti. Ia menyusul Baekhyun dan Chanyeol yang
tergeletak tidak berdaya di lantai sambil memegangi perut mereka. Sampai suara
pintu terbuka, memunculkan sosok Jongdae yang sepertinya juga baru bangun.
“Kenapa pagi-pagi sudah ribut?” tanya
Jongdae dengan suara serak khas bangun tidur. Beberapa member menatap kearahnya
degan muka ditekuk.
“Kyungsoo tidak membuat sarapan. Dia sedang
menemani Minseok hyung mengantar Jongin periksa,” jawab Chanyeol
“Kami lapar, Dae. Bagaimana kalau tubuhku
yang kurus bertambah kurus karena tidak diberi asupan makanan. Apa-apaan
Kyungsoo itu, tidak memberi kita makan sebelum pergi. Arghhh… aku bisa mati!!”
tiba-tiba saja Baekhyun meraung tidak jelas membuat semua member menatapnya
datar. Dan berhasil membuat beberapa member membekapnya dengan bantal. Jongdae
terkekeh melihat kelakuan Baekhyun dan member lainnya.
“Mau kumasakkan? Kebetulan eomma mengirim beberapa
resep makanan untuk kita,”
“Aku mau!!” jawab seluruh member serempak,
kecuali Sehun. Pemuda albino itu menatap intens hyungnya yang tengah berjalan
dengan kaki diseret menuju dapur.
‘dasar Jongdae hyung bodoh,’
Batinnya
menggerutu. Ia begitu heran dengan hyungnya yang satu itu. bagaimana mungkin
Jongdae bersikap baik, sementara sepertinya yang lain tidak terlalu peduli
dengannya.
Menunggu
adalah hal yang paling menyebalkan bagi Sehun. Member termuda itu memilih
menghampiri Jongdae dan Chanyeol yang sibuk membuat sarapan.
“Hyung, apa sudah selesai?”
“Sebentar lagi, Hun. Sabar saja, ya. Aku
akan memanggil kalian kalau sudah jadi. Yeol, tolong masukan sayurnya ke
panci,”
“Siap, Dae,”
Sehun
menurut dan kembali keruang tengah. Berkumpul dengan member lain. Otaknya
dipenuhi dengan Jongdae. Bimbang ingin mengatakan perihal terkilirnya kaki
Jongdae atau tidak. dan akhirnya ia memilih menceritakannya.
‘Demi kebaikanmu juga, Hyung, hehe maafkan
aku,’
Sehun
menatap satu persatu hyung-hyungnya. Ia menghirup nafas sebelum memanggil
mereka.
“Hyungdeul,” panggilnya pelan, tapi sukses
membuat semua menatapnya.
“Ada apa, Hun?” tanya Baekhyun yang paling
dekat dengannya.
“Menurut kalian… Jongdae hyung itu
bagaimana?” perntayaan itu sukses membuat semua member mengernyitakn dahi.
“Maksudmu?”
“Hh… tadi malam aku melihat Jongdae hyung
mencari obat urut di dapur. Sebenarnya bukan Jongin saja yang terkilir, percaya
atau tidak Jongdae hyung juga terkilir. Aku tidak tahu kapan pastinya, tapi mungkin
saat dia menahan tubuh Jongin…”
Dan
mengalirlah cerita Sehun tentang Jongdae. Semua sikap Jongdae pada mereka,
kepeduliannya, sifat mengalahnya walaupun sedikit keras kepala, dan semua yang
ada di benak Sehun tentang Jongdae.
***
Beberapa
hari setelah Sehun menceritakan semua tentang Jongdae, suasana dorm sedikit
berbeda. Mereka sama sekali tidak memaksa Jongdae untuk menceritakan tentang
kakinya, hanya saja tingkah mereka menjadi lebih perhatian dengan pemuda
merangkap main vocal itu.
Hari
yang menyenangkan bagi member EXO. Manager hyung mengajak mereka untuk
jalan-jalan, sekedar refreshing sebelum mereka comeback. Tentu saja Sehunlah yang sangat antusias dengan
jalan-jalan kali ini. Tidak sengaja matanya menangkap Jongdae yang tengah
berkelahi dengan Baekhyun. Dan tiba-tiba saja muncul ide gila yang menurutnya
menarik.
“Hyungdeul…”
beberapa hyungnya menoleh keara Sehun. Member
termuda itu membisikan rencana gilanya. Senyum
mereka mengembang setelah mendengar rencana Sehun, dan menyalurkannya pada
member lain, kecuali Jongdae dan salah satu member.
***
Mereka
mengunjungi kebun binatang. Entah apa maksud manager membawa mereka ketempat
itu. Semuanya berpencar. Kini Sehun bersama Tao, Baekhyun, dan Jongdae tengah
menikmati suara cicitan burung. Sementara Baekhyun dan Jongdae tengah asik
dengan dunia mereka sendiri, Sehun menghubungi semua member dan melancarkan
aksinya.
“Hyung, aku ke toilet dulu, ya?”
“Oh… cepat kembali, Hun,” hanya itu respon
yang keduanya berikan. Setelah kedua maknae itu pergi, Baekhyun dan Jongdae
kembali menikmati dunia mereka.
“Baek, aku beli
minum dulu, ya. Kutinggal tidak apa-apa, kan?”
Baekhyun
hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya. Ia sama sekali tidak sadar
jika ada dua orang yang sedang mengawasinya. Dan melihat kesempatan itu dengan
cekatan keduanya membekap mulut Baekhyun dan membawanya pergi.
Jongdae
mengamati ponselnya. Tertera nomor tidak dikenal di layar ponselnya. Dengan
ragu ia menerima telpon.
“Yeoboseyo…”
“Ehem… maaf menganggu Jongdae-ssi. Hanya
saja, aku ingin memberitahu kalau temanmu Baekhyun sedang berada ditanganku.
Silahkan kembali ke dorm sebelum senja, atau bukan hanya Baekhyun saja yang
tidak selamat, kemungkinan teman-temanmu juga ikut terkena imbasnya. Selamat
siang,”
Mendengar
itu tubuh Jongdae benar-benar membeku. Ia berusaha menghubungi semua member,
tapi tidak ada yang aktif. Dengan pikiran kalut ia segera berlari ke pintu
keluar dan sayangnya ia mendapati van milik manager tidak ada di parkiran.
“Bagaimana caranya aku pulang. Ya Tuhan…
tolong aku,” gumannya. Pemuda itu merogoh kantong dan membuka dompetnya. Tidak
banyak uang yang ia bawa, dan sepertinya ia harus jalan kaki menuju dorm. Oh
Tuhan, yang benar saja. Jarak menuju dorm benar-benar jauh. Dan dengan tekad
bulat Jongdae berlari menuju dorm mereka.
***
Terlihat
Suho tengah menyiapkan fans Jongdae di pinggir pantai. Sementara Chanyeol dan
Sehun sibuk memasang banner bertuliskan ‘Thanks for All Kim Jongdae, We Love
You’ yang dipasang di balon berbentuk merpati. Tidak lama kemudian beberapa
sunbaenim mereka datang dengan mobil masing-masing. Jangan tanyakan bagaimana
Sehun merencanakan ini semua, karena sebenarnya dia sudah memikirkan ini sehari
sebelum ia mengajak semua member melakukan rencananya.
“Bagaimana keadaan Jongdae?” tanya Minseok.
Sehun melihat layar laptopnya.
“Aku tidak tega melihat Jongdae hyung yang
lari-lari menuju dorm. Belum lagi habis itu dia harus ke tempat latihan untuk
melihat semua kesan-kesan tentang dirinya, lalu berlari kemari,” ujar Sehun
tanpa dosa dan membuat Luhan menjitaknya gemas.
“Kau yang merencanakan ini semua, Hun!”
Sehun
memasang cengirannya. Berharap saja Jongdae tidak drop setelah mendapat kejutan
yang ia buat.
***
Sementara
di ruang latihan, terlihat Kyungsoo dan Baekhyun -dengan wajah masam tentu
saja- tengah sibuk menempelkan kertas berisi kesan-kesan mereka pada Jongdae.
Mereka bekerja dalam diam, itu karena Kyungsoo tidak ingin membuat mood Baekhyun
tambah buruk, mengingat jantung penyuka eyeliner itu hampir lepas karena
dibekap dan di seret paksa menuju van.
***
Kembali
ke tempat Jongdae. Pemuda itu tidak peduli dengan tatapan aneh orang-orang di
sekitarnya. Nafasnya hampir habis
setelah berlari dengan jarak lebih dari lima kolometer. Ia
bisa melihat gedung apartemen dimana member EXO tinggal. Tinggal sebentar lagi
dan dia bisa menyelamatkan teman-temannya.
Ponselnya
kembali bergetar, menampilkan nomor tidak dikenal. Tepat di depan dormnya,
Jongdae mengangkat telpon itu.
“Sudah sampai ternyata. Aku bangga padamu
yang rela berlari sejauh itu hanya untuk menyelamatkan teman-temanmu. Tapi
sayang, karena menunggumu terlalu lama, aku membawa mereka pergi. Pergilah ke
tempat kalian berlatih dan temukan petunjuk di sana. Semoga berhasil,
Jongdae-ssi,”
Belum
sempat ia menyela, sambungan itu sudah terputus. Dengan tergesa Jongdae membuka
pintu dorm, dan menampilkan kondisi dorm yang berantakan. Membuatnya yakin kalau
orang itu benar-benar menculik teman-temannya. Dengan kesal ia mengacak
rambutnya dan berlari kembali menuju gedung SM. Mengetahui orang itu tahu
tempat dimana mereka berlatih, ia menduga penculik itu adalah orang dalam.
Tanpa peduli nafasnya yang tinggal sedikit dan kakinya yang mulai kaku, ia
terus berlari menuju gedung SM.
***
Semua
persiapan sudah siap. Sehun memandang banner besar yang ia persiapakan untuk
Jongdae. Begitu juga member EXO dan beberapa sunbaenimnya.
“Apa Jongdae hyung sudah menuju kemari?”
tanya Sehun dengan Yixing.
“Dia sedang masuk ke gedung SM. Mungkin satu
jam lagi dia kemari,” ujarnya sambil melihat layar laptop. Sekedar
pemberitahuan, Sehun sengaja meminta bantuan salah satu fans untuk merekam
gerak Jongdae. Dan ia bersyukur karena fans itu bisa diandalkan.
“Aku benar-benar
tidak percaya dia rela melakukan ini demi kita. Bahkan Jongdae bisa saja naik
taksi agar sampai lebih cepat,” sahut Tao.
“Jangan asal bicara! Dia tidak membawa banyak
uang tadi. Mana
mungkin dia naik taksi dengan konsisi seperti itu, bodoh!” celetuk Baekhyun sengit
membuat mereka terdiam. Oh ayolah, mereka masih merasa tidak enak dengan
Baekhyun yang memang tidak tahu menahu rencana ini.
“Lalu bagaimana dengan Jongin?” tanya Kris
sambil menatap layar ponselnya, berjaga kalau Jongdae tiba-tiba menelfon. Ya,
dialah yang menelfon Jongdae dengan suara sedikit disamarkan.
“Dia bersama manager hyung. Mereka juga
mengikuti Jongdae hyung dengan van,” jelas Sehun yang mengakhiri percakapan
mereka.
***
Perasaan ragu menyelimuti hatinya. Berbagai macam pikiran
buruk memenuhi otaknya. Bagaimana kalau penculik itu sengaja menyuruhnya ke
ruang latihan. Sengaja agar dia terkecoh dan memperlambat geraknya untuk
menyelamatkan teman-temannya.
“Masa bodoh,
yang penting mereka selamat,” gumannya kesal dan membuak pintu ruang latihan
dengan kasar. Selama beberapa menit pemuda itu mematung melihat apa yang ada di
hadapannya. Dinding kaca penuh dengan kertas-kertas kecil. Setelah pulih dari
lamunan, Jongdae berjalan menuju dinding kaca, mengambil salah satu kertas yang
tertempel. Matanya melebar membaca tulisan itu.
Jongdae...
Dia sangat hebat,
pekerja keras.
Bahkan dia belajar
keras bahasa China demi
fansnya yang ada di
China.
Diambilnya lagi kertas yang ada di dekatnya. Membacanya
sampai benar-benar percaya kalau semua kertas itu berisi kesan-kesan tentang
dirinya.
Seperti namanya
Orange Chen.
Aku tidak tahu apa
hubungan jeruk dengan namanya kekeke...
Kekeke... Jongdae
bahkan lebih hebat dariku.
Dia dengan cepat
menguasai bahas China, padahal kami belajar bersama.
Tanpa
pemuda itu sadari, matanya sudah berlinang air mata. Tidak menyangka jika semua
member melakukan ini. Matanya menangkap sebuah tulisan besar di salah satu sisi
dinding kaca.
Pergi ke pantai xxx
Kami menunggumu :*
Ia terkekeh melihat emoticon yang sudah pasti di tulis
Baekhyun. Ia hafal dengan tulisan member penyuka eyeliner itu. Jongdae memilih
untuk beristirahat sebentar sembari membaca beberapa kesan-kesan yang ditulis disana,
sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya ke pantai yang disebutkan Baekhyun.
***
Mereka bersiap, Jongin mengabari jika Jongdae akan sampai
beberapa menit lagi. Terlihat manager mereka membantu Jongin menghampiri
mereka.
“Itu Jongdae
hyung!” seru Kyungsoo sambil menunjuk sosok Jongdae yang tengah tertatih
menghampiri mereka. Baekhyun dan Chanyeol menghampiri Jongdae, membantunya
berjalan.
“Kejutan!” seru
mereka. jongdae tersenyum, entah kenapa ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata.
Hanya bisa merasakan matanya memanas.
“Kalian yang
menyiapkan ini semua?” tanyanya lirih.
“Lebih tepatnya,
Sehun yang mengajak kita untuk merencanakan ini. dia menceritakan semuanya
tentangmu. Kau benar-benar eomma kami di EXO, Dae. Kyungsoo bahkan kalah
dibandingkan denganmu. Ckck...” Kris merangkul pundak Jongdae.
“Aku
melakukannya karena aku menyayangi kalian. Kenapa banyak fans disini?”
“Sehun yang
memintanya,”
Jongdae menatap Sehun, mengucapkan rasa terimakasihnya
lewat tatapan mata.
“Hei, apa kalian
tega menyuruh kami terus-terusan memegangi ini?” mereka menoleh ke arah
beberapa fans bersama Kyuhnyun dan Donghae.
“Itu apalagi?”
“Banner khusus
untukmu, hehe. Kau mau menerbangkannya, Hyung?” tawar Sehun. Jongdae mengangguk
dan dituntun menuju fansnya. Ia menatap fansnya yang tidak seberapa. Kyuhyun
memberikan tali balon itu pada Jongdae dan mengacak rambutnya. Perlahan Jongdae
melepas tali itu dan menerbangkan balon berbentuk burung ke udara.
“Kau yang
terhebat, Hyung. Aku bangga memiliki hyung sepertimu,”
Jongdae mengelus rambut member termuda itu. Mereka
memandangi langit senja yang dihiasi balon-balon terbang dengan banner yang
menurut Jongdae sedikit memalukan. Matanya terasa berat. Lelah, tentu saja.
Berlarian sepanjang jalan membuatnya mengantuk. Dan dalam rangkulan Sehun ia
tertidur pulas.
“Hyung...”
Sehun menoleh dan mendapati Jongdae tertidur di bahunya.
Ia memberitahu Chanyeol untuk menggendongnya ke van dan kembali ke dorm.
“Kau hebat, Hun.
Merencanakan ini hanya untuk Jongdae, walaupun sedikit keterlaluan sih,”
“Diamlah, Hyung.
Aku hanya ingin mengerjai Jongdae hyung saja hehe,”
Setelah berkata begitu jitakan manis mendarap di
kepalanya. Siapa lagi kalau bukan Luhan.
“Hyung!”
“Apa? Sudah ayo
pulang,” Luhan membekap Sehun dan menyeretnya menuju van. Tidak sadarkah
tingkah mereka membuat semua fans itu menjerit -_-.
***
“Kakiku...”
Dan beginilah nasib seorang Jongdae. Kakinya bengkak akibat
lari kemarin. Semua member bergantian merawat Jongdae. Dan jadwal latihan
mereka terpaksa diundur lagi.
“Maafkan aku,
Hyung,” ujar Sehun saat ia kebagian merawatnya. Jongdae hanya tersenyum.
“Tidak apa-apa,
Hun. Aku yang harusnya berterimakasih padamu,”
“Aku melakukan
itu untuk memberimu kejutan, selama ini kau selalu peduli pada kami,”
“Terimakasih,
Hun. Kalau begitu kau istirahat saja, aku mau tidur,”
“Baiklah, Hyung.
Jalja...”
Sehun tersenyum memandangi wajah Jongdae yang tertidur
pulas. Ia berharap sikap hyung satu itu tidak berubah dan tetap care dengan
semuanya terutama diriya sendiri.
***
Side story
Sehun menghubungi beberapa senior yang tidak ada jadwal.
Ia juga meminta Suho untuk mengumpulakn fans mereka dibantu dengan sang
manager. Sementara itu, Kris dan Chanyeol kebagian tugas untuk menculik Baekyun
(dan berakhir dengan didiamkan Baekhyun selama dua hari). Sementara banner dan
balon itu, sebenarnya Sehun sudah memesannya sehari sebelum mereka melakukan
rencana gilanya itu.
-END-
Salah satu dari fanfiction buatanku ^^
silahkan dibaca dan mohon komentarnya ^^

Mungkin sedikit saran untuk mama poo, lain kali pakai spasi ya:> kayak misal antar dialog, sering tertukar saya, hahaha.
BalasHapusLanjutkan