Title : Haunted House
Author : DaeKim
Cast : Byun Baekhyun, Kim Jongdae,
EXO member
Genre : Comedy, horror
“Baek, cepatlah. Yang lain sudah menunggu,”
Chanyeol jengah melihat apa yang tengah dilakukan sahabatnya.
“Sudah kubilang kau duluan saja. Aku
menyusul. Cerewet sekali,” ujar Baekhyun santai sambil terus memoles matanya
dengan eyeliner. Chanyeol memutar matanya. Dengan malas pemuda tinggi itu
beranjak keluar bergabung dengan member lain.
“Dimana, Baekhyun?”
Pertanyaan
Minseok hanya dijawab dagu Chanyeol yang mengarah ke kamar mereka.
“Aku siap!” seruan Baekhyun membuat beberapa
member menoleh. Mereka sudah terbiasa dengan aksi girang member satu itu.
Segera Suho menyuruh mereka untuk masuk ke mobil.
“Kita mau kemana, Hyung?” tanya Sehun sambil
menyandarkan kepalanya di pundak Tao.
“Lotte World. Manager hyung memberi kita
libur beberapa hari sebelum comeback stage,” jelas Suho mengakhiri pembicaraan
dalam mobil. Semua member asik dengan dunianya sendiri-sendiri. Kecuali Sehun yang sudah tertidur pulas di pundak Tao
yang asik bermain dengan ponselnya.
***
Senyum
mengembang menghiasai wajah dua belas member EXO. Di pikiran mereka sudah
mengatur apa saja yang akan mereka naiki nanti.
“Ayo kita berpencar!” sorak Tao dan Sehun
bak anak kecil yang akan mendapatkan mainannya. Mereka membagi kelompok agar
tidak terpencar dan tersesat. Dan setelah terbagi dengan adil, mereka berpencar
menikmati wahana yang menarik.
“Kau mau masuk rumah hantu, Baek?” tanya
Jongdae jahil. Ia tahu sahabatnya itu sangat takut, terlihat saat mereka uji
nyali masuk rumah hantu di EXO Showtime beberapa waktu lalu.
“Tidak untuk kedua kalinya,”
“Ayolah, Baek. Ini seru. Akan kutemani,
dijamin ketakutanmu akan hilang,”
“Dan memberi salam pada hantu-hantu itu lalu
menyemangati mereka? Oh tidak, terimakasih atas tawaran baikmu itu. Kau sangat
baik, Dae,” cibir Baekhyun yang membuat pemuda bermuka kotak itu tertawa.
“Setidaknya aku tidak berteriak seperti
orang gila sepertimu,” ledek Jongdae yang kini menghasilkan pukulan di
lengannya.
“Oke... oke, kita coret rumah hantu. Kau
tunggu disini dulu, aku mau ke toilet,”
“Ck... cepat pergi!”
Baekhyun
mendorong tubuh Jongdae. Ia melihat wahana rumah hantu yang terlihat sangat
mengerikan (menurutnya). Mendengar suara jeritan perempuan dan tawa jahat itu
saja sudah membuatnya merinding. Apalagi bertemu dengan hantu buatan.
Membayangkannya saja sudah membuatnya menahan pipis.
Puk...
“Hya!”
Ia
hampir memarahi tersangka yang menepuk pundaknya saat mengetehaui itu Jongdae.
“Kenapa cepat sekali?” tanya Baekhyun heran.
Perasaan baru beberapa detik dia pergi dan kini sudah kembali dihadapannya.
“Toilet penuh. Aku tidak ingin membuatmu
menunggu lama,” jawabnya datar. Baekhyun hanya ber ‘oh’ ria.
“Ehm... hei, bagaimana kalau kita masuk
rumah hantu? Sepertinya menarik,” ujar Baekhyun lirih. Ia tidak mau Jongdae
tertawa karena sifat plin-plannya.
“Oke. Kebetulan wahana ini tidak terlalu
antri,”
“Tapi berjanjilah selalu berada di dekatku,”
“Hm...”
Member
penyuka eyeliner itu mengerutkan dahinya. Merasa aneh dengan sikap sahabatnya
yang jadi pendiam. Lihat saja, sedari dia kembali dia selalu menyahut kata-kata
Baekhyun dengan datar. Kulitnya juga sedikit pucat. Tapi ia segera menepis
pemikiran negativnya, dan kulit yang terlihat pucat itu, mungkin karena udara
dingin yang sedikit menyelimuti Korea saat ini.
Giliran
mereka untuk masuk. Beruntunglah karena mereka masuk bersama enam orang
lainnya. Setidaknya Baekhyun tidak merasa takut. Di rute pertama, mereka
bertemu dengan berbagai macam hantu rumah sakit. Bau obat-obatan yang bercampur
harum orang mati begitu menyengat di hidung mereka. Suara jeritan juga tak
lepas dari delapan orang itu. Terlebih Baekhyun. Dia akan menjerit keras kalau
ada yang tiba-tiba mengagetkannya. Bahkan tangannya berpegangan erat pada
lengan Jongdae. Mereka menaiki tangga dengan hati-hati, menuju rute kedua.
Dimana ada tiga lorong yang menyapa untuk dilewati salah satunya.
“Bagaimana ini?”
“Kita berpencar. Tiga orang ke kanan, tiga
orang ke kiri, dan sisanya di tengah,” usul Jongdae yang di setujui tujuh orang
itu. Baekhyun memilih mengikuti Jongdae memasuki lorong tengah. Dilorong itu
suasana semakin mencekam. Bahkan penerangannya sangat sedikit dibanding rute
pertama. Tiba-tiba saja sebuah boneka jatuh dari arah depan dan belakang mereka
membuat Baekhyun menjerit sejadi-jadinya. Berharaplah Jongdae tidak tuli
mendadak setelah keluar dari sini.
***
Mereka
berdua kini masuk ke sebuah lorong yang sedikit sempit. Baekhyun dan Jongdae
sempat tersesat dan berputar sebanyak dua kali. Dan akhirnya mereka menemukan
lorong ketigalah yang benar. Banyak sekali boneka-boneka hantu menyeramkan yang
bergerak mendatangi mereka. Cahaya terang di depan lorong membuat keduanya
bernafas lega. Tulisan pintu keluar juga terpampang di sana.
BRAKK
Suara
pintu dibanting membuat beberapa orang yang tengah mengistirahatkan diri
menoleh. Orang-orang itu yang tadi bersama mereka.
“Kami kira kalian tertinggal,” ujar pemuda
bertubuh gempal dengan suara lega.
“Kami hanya sedikit kesasar, berputar dua
kali, dan akhirnya berhasil keluar. Dae, ayo kita cari yang lain,” ajak
Baekhyun. Jongdae mengangguk. Sebelum keluar, kedelapan orang itu berfoto
bersama. Yeah, siapa yang tidak mengenal Baekhyun dan Jongdae.
***
Sepuluh
pemuda itu tengah sibuk dengan ponsel masing-masing. Ekspresi khawatir terlihat
jelas di wajah mereka. sementara Suho tengah sibur berbicara dengan manager
mereka, terlebih suara marah-marah dari manager membuat Suho kualahan.
“Itu Baekhyun hyung!” mereka menoleh ke arah
seseorang yang ditunjuk Sehun. Sosok itu berjalan riang ke arah mereka tanpa
menyadari aura membunuh dari sepuluh temannya.
“Dari mana saja kau, huh?!” bentak Kris
geram. Bahkan urat lehernya bermunculan.
“Aku baru saja keluar dari rumah hantu, apa
kalian melihat Jongdae? Setelah kami keluar dia terburu-buru ke toilet. Karena
lama jadi aku tinggal saja,”
Mendengar
penjelasan Baekhyun mereka terdiam. Ada hal yang mengganjal dari kalimat yang
diucapkan Baekhyun.
“Apa Baekhyun sud... Ya! Kemana saja kau!
Baru kutinggal sebentar sudah menghilang begitu saja. Kau tidak tahu kami semua
khawatir mencarimu!” sembur Jongdae membuat pemuda bermata sipit itu nyengir.
“Hehe... kau lama jadi kutinggal saja. Lagi
pula kau baru saja pergi, kenapa menyuruh yang lain mencariku?”
“Kau sudah menghilang selama satu jam, Baek!
Jelas saja kami mencarimu. Kau ini benar-benar...”
Baekhyun
mengerutkan dahinya. Sama seperti yang lain dia juga heran dengan kalimat
Jongdae.
“Sudahlah, lebih baik kita pulang.
Setidaknya Baekhyun sudah ketemu. Ayo ke mobil!” Minseok menengahi perang mulut
Jongdae dan Baekhyun. Dengan wajah lelah dan perasaan lega mereka bergegas
masuk mobil dan pulang.
***
“Jadi bisa jelaskan kenapa kau menghilang,
Baek?” tanya Suho. Saat ini mereka tengah menghakimi Baekhyun di ruang tengah
dorm. Baekhyun menceritakan awal dimana dirinya dan Jongdae berdebat tentang rumah
hantu. Kesebelas member itu bergidik ngeri mengetahui member paling cerewet itu
tersesat berdua bersama Jongdae di dalam rumah hantu.
“Kau tidak merasa aneh, Baek?” tanya
Chanyeol penasaran. Lihat saja bulu kuduknya merinding. Baekhyun mengerutkan dahinya,
mengingat jika ia memang merasa aneh saat bersama Jongdae.
“Ya... dia jadi sangat pendiam. Bahkan dia terlihat tenang. Ah...
kulitnya juga sedikit pucat, padahal seingatku Jongdae baik-baik saja,” jawab
Baekhyun masih dengan pose berfikirnya. Mereka saling berpandangan dan menatap
Jongdae dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Baek, kau yakin itu aku?” kali ini Jongdae
mengeluarkan suara.
“Tentu saja. Hei, kenapa kau bertingkah
seolah-olah kau tidak ikut masuk, Dae?”
“Karena aku memang tidak masuk ke rumah
hantu, Baek. Kau menghilang saat aku kembali dari toilet. Kukira kau
meninggalkanku karena aku sangat lama jadi kau menyusul yang lain. Dan apa kau
melihat sesuatu yang aneh dari ‘aku’ lagi?”
Baekhyun
terdiam. Tadi dirinya tidak sengaja menatap mata Jongdae selama di rumah hantu.
Dan tatapan itu kosong.
“J... jadi...”
“Selamat, Baek. Kau bertemu hantu yang mirip
dengan Jongdae. Atau mungkin dia memang sengaja menjadi Jongdae,” suara bass
Chanyeol memecah suasana hening itu.
“Yeah, aku tidak menyangka bahkan hantu juga
menyukaiku. Ah tidak, dia fansku hahaha...”
Ya,
kejadian mistis itu berakhir dengan guyonan Chanyeol dan Jongdae. Sementara
semua member tertawa akibat kelakuan dua beagle line itu, Baekhyun hanya
berdiam diri mengingat dimana dirinya dan ‘Jongdae’ di rumah hantu.
***
Jam
sudah menunjukkan pukul sebelas. Semua kembali ke kamar masing-masing. Lelah
karena mencari Baekhyun dan juga lelah karena mereka banyak tertawa. Chanyeol
merangkul sahabatnya yang masih setia dengan pikirannya.
“Sudahlah, Baek. Jangan terlalu dipikirkan,
setidaknya kau keluar dengan selamat dan tidak dibawa kabur,”
“Ya! Jaga bicaramu, Park Chanyeol!”
Pemuda
tinggi itu tertawa lebar melihat sahabatnya kesal. Mereka segera berbaring di
ranjang masing-masing. Baekhyun menatap satu persatu roomatenya. Minseok dan
Tao sudah tidur pulas, begitu juga Chanyeol yang terlelap dengan earphone di
kupingnya. Suasana hening membuat Baekhyun merinding. Apalagi mengingat
kenyataan dia baru saja bersama dengan hantu. Tiba-tiba saja tengkuknya merasa
dingin, seakan ada angin yang berhembus. Matanya membulat sempurna saat
mendengar suara lirih di telinganya.
“Selamat malam, Byun Baekhyun~”
Detik
itu juga suara cempreng Baekhyun memenuhi dorm EXO dan berakhir dengan
menyalanya lampu apartemen tetangga mereka.
-END-
Kkkk~
Maaf
ya kalau ff ini agak garing,soalnya baru kali pertama buat komedi horor.
Maaf
juga kalau kurang serem.
Iseng-iseng
aja sih buat ini,dan beruntung juga karena idenya dapet dari EST ep 10.
Kalau
semisal ada kesamaan cerita mohon maaf,tapi ff ini ngalir gt aja di otakku hehe
^_^
Mohon
komenya,kritik,dan saran kkk~ ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar