Valentine's Day Pumping Heart

Selasa, 15 Juli 2014

Fanfiction : Haunted House

Title                : Haunted House
Author            : DaeKim
Cast               : Byun Baekhyun, Kim Jongdae, EXO member
Genre            : Comedy, horror



   “Baek, cepatlah. Yang lain sudah menunggu,” Chanyeol jengah melihat apa yang tengah dilakukan sahabatnya.
   “Sudah kubilang kau duluan saja. Aku menyusul. Cerewet sekali,” ujar Baekhyun santai sambil terus memoles matanya dengan eyeliner. Chanyeol memutar matanya. Dengan malas pemuda tinggi itu beranjak keluar bergabung dengan member lain.
   “Dimana, Baekhyun?”
Pertanyaan Minseok hanya dijawab dagu Chanyeol yang mengarah ke kamar mereka.
   “Aku siap!” seruan Baekhyun membuat beberapa member menoleh. Mereka sudah terbiasa dengan aksi girang member satu itu. Segera Suho menyuruh mereka untuk masuk ke mobil.
   “Kita mau kemana, Hyung?” tanya Sehun sambil menyandarkan kepalanya di pundak Tao.
   “Lotte World. Manager hyung memberi kita libur beberapa hari sebelum comeback stage,” jelas Suho mengakhiri pembicaraan dalam mobil. Semua member asik dengan dunianya sendiri-sendiri. Kecuali  Sehun yang sudah tertidur pulas di pundak Tao yang asik bermain dengan ponselnya.

***


Senyum mengembang menghiasai wajah dua belas member EXO. Di pikiran mereka sudah mengatur apa saja yang akan mereka naiki nanti.
   “Ayo kita berpencar!” sorak Tao dan Sehun bak anak kecil yang akan mendapatkan mainannya. Mereka membagi kelompok agar tidak terpencar dan tersesat. Dan setelah terbagi dengan adil, mereka berpencar menikmati wahana yang menarik.
   “Kau mau masuk rumah hantu, Baek?” tanya Jongdae jahil. Ia tahu sahabatnya itu sangat takut, terlihat saat mereka uji nyali masuk rumah hantu di EXO Showtime beberapa waktu lalu.
   “Tidak untuk kedua kalinya,”
   “Ayolah, Baek. Ini seru. Akan kutemani, dijamin ketakutanmu akan hilang,”
   “Dan memberi salam pada hantu-hantu itu lalu menyemangati mereka? Oh tidak, terimakasih atas tawaran baikmu itu. Kau sangat baik, Dae,” cibir Baekhyun yang membuat pemuda bermuka kotak itu tertawa.
   “Setidaknya aku tidak berteriak seperti orang gila sepertimu,” ledek Jongdae yang kini menghasilkan pukulan di lengannya.
   “Oke... oke, kita coret rumah hantu. Kau tunggu disini dulu, aku mau ke toilet,”
   “Ck... cepat pergi!”
Baekhyun mendorong tubuh Jongdae. Ia melihat wahana rumah hantu yang terlihat sangat mengerikan (menurutnya). Mendengar suara jeritan perempuan dan tawa jahat itu saja sudah membuatnya merinding. Apalagi bertemu dengan hantu buatan. Membayangkannya saja sudah membuatnya menahan pipis.

Puk...

   “Hya!”
Ia hampir memarahi tersangka yang menepuk pundaknya saat mengetehaui itu Jongdae.
   “Kenapa cepat sekali?” tanya Baekhyun heran. Perasaan baru beberapa detik dia pergi dan kini sudah kembali dihadapannya.
   “Toilet penuh. Aku tidak ingin membuatmu menunggu lama,” jawabnya datar. Baekhyun hanya ber ‘oh’ ria.
   “Ehm... hei, bagaimana kalau kita masuk rumah hantu? Sepertinya menarik,” ujar Baekhyun lirih. Ia tidak mau Jongdae tertawa karena sifat plin-plannya.
   “Oke. Kebetulan wahana ini tidak terlalu antri,”
   “Tapi berjanjilah selalu berada di dekatku,”
   “Hm...”
Member penyuka eyeliner itu mengerutkan dahinya. Merasa aneh dengan sikap sahabatnya yang jadi pendiam. Lihat saja, sedari dia kembali dia selalu menyahut kata-kata Baekhyun dengan datar. Kulitnya juga sedikit pucat. Tapi ia segera menepis pemikiran negativnya, dan kulit yang terlihat pucat itu, mungkin karena udara dingin yang sedikit menyelimuti Korea saat ini.

Giliran mereka untuk masuk. Beruntunglah karena mereka masuk bersama enam orang lainnya. Setidaknya Baekhyun tidak merasa takut. Di rute pertama, mereka bertemu dengan berbagai macam hantu rumah sakit. Bau obat-obatan yang bercampur harum orang mati begitu menyengat di hidung mereka. Suara jeritan juga tak lepas dari delapan orang itu. Terlebih Baekhyun. Dia akan menjerit keras kalau ada yang tiba-tiba mengagetkannya. Bahkan tangannya berpegangan erat pada lengan Jongdae. Mereka menaiki tangga dengan hati-hati, menuju rute kedua. Dimana ada tiga lorong yang menyapa untuk dilewati salah satunya.
   “Bagaimana ini?”
   “Kita berpencar. Tiga orang ke kanan, tiga orang ke kiri, dan sisanya di tengah,” usul Jongdae yang di setujui tujuh orang itu. Baekhyun memilih mengikuti Jongdae memasuki lorong tengah. Dilorong itu suasana semakin mencekam. Bahkan penerangannya sangat sedikit dibanding rute pertama. Tiba-tiba saja sebuah boneka jatuh dari arah depan dan belakang mereka membuat Baekhyun menjerit sejadi-jadinya. Berharaplah Jongdae tidak tuli mendadak setelah keluar dari sini.

***

Mereka berdua kini masuk ke sebuah lorong yang sedikit sempit. Baekhyun dan Jongdae sempat tersesat dan berputar sebanyak dua kali. Dan akhirnya mereka menemukan lorong ketigalah yang benar. Banyak sekali boneka-boneka hantu menyeramkan yang bergerak mendatangi mereka. Cahaya terang di depan lorong membuat keduanya bernafas lega. Tulisan pintu keluar juga terpampang di sana.

BRAKK

Suara pintu dibanting membuat beberapa orang yang tengah mengistirahatkan diri menoleh. Orang-orang itu yang tadi bersama mereka.
   “Kami kira kalian tertinggal,” ujar pemuda bertubuh gempal dengan suara lega.
   “Kami hanya sedikit kesasar, berputar dua kali, dan akhirnya berhasil keluar. Dae, ayo kita cari yang lain,” ajak Baekhyun. Jongdae mengangguk. Sebelum keluar, kedelapan orang itu berfoto bersama. Yeah, siapa yang tidak mengenal Baekhyun dan Jongdae.

***

Sepuluh pemuda itu tengah sibuk dengan ponsel masing-masing. Ekspresi khawatir terlihat jelas di wajah mereka. sementara Suho tengah sibur berbicara dengan manager mereka, terlebih suara marah-marah dari manager membuat Suho kualahan.
   “Itu Baekhyun hyung!” mereka menoleh ke arah seseorang yang ditunjuk Sehun. Sosok itu berjalan riang ke arah mereka tanpa menyadari aura membunuh dari sepuluh temannya.
   “Dari mana saja kau, huh?!” bentak Kris geram. Bahkan urat lehernya bermunculan.
   “Aku baru saja keluar dari rumah hantu, apa kalian melihat Jongdae? Setelah kami keluar dia terburu-buru ke toilet. Karena lama jadi aku tinggal saja,”
Mendengar penjelasan Baekhyun mereka terdiam. Ada hal yang mengganjal dari kalimat yang diucapkan Baekhyun.
   “Apa Baekhyun sud... Ya! Kemana saja kau! Baru kutinggal sebentar sudah menghilang begitu saja. Kau tidak tahu kami semua khawatir mencarimu!” sembur Jongdae membuat pemuda bermata sipit itu nyengir.
   “Hehe... kau lama jadi kutinggal saja. Lagi pula kau baru saja pergi, kenapa menyuruh yang lain mencariku?”
   “Kau sudah menghilang selama satu jam, Baek! Jelas saja kami mencarimu. Kau ini benar-benar...”
Baekhyun mengerutkan dahinya. Sama seperti yang lain dia juga heran dengan kalimat Jongdae.
   “Sudahlah, lebih baik kita pulang. Setidaknya Baekhyun sudah ketemu. Ayo ke mobil!” Minseok menengahi perang mulut Jongdae dan Baekhyun. Dengan wajah lelah dan perasaan lega mereka bergegas masuk mobil dan pulang.

***

   “Jadi bisa jelaskan kenapa kau menghilang, Baek?” tanya Suho. Saat ini mereka tengah menghakimi Baekhyun di ruang tengah dorm. Baekhyun menceritakan awal dimana dirinya dan Jongdae berdebat tentang rumah hantu. Kesebelas member itu bergidik ngeri mengetahui member paling cerewet itu tersesat berdua bersama Jongdae di dalam rumah hantu.
   “Kau tidak merasa aneh, Baek?” tanya Chanyeol penasaran. Lihat saja bulu kuduknya merinding. Baekhyun mengerutkan dahinya, mengingat jika ia memang merasa aneh saat bersama Jongdae.
   “Ya... dia jadi sangat  pendiam. Bahkan dia terlihat tenang. Ah... kulitnya juga sedikit pucat, padahal seingatku Jongdae baik-baik saja,” jawab Baekhyun masih dengan pose berfikirnya. Mereka saling berpandangan dan menatap Jongdae dengan tatapan yang sulit diartikan.
   “Baek, kau yakin itu aku?” kali ini Jongdae mengeluarkan suara.
   “Tentu saja. Hei, kenapa kau bertingkah seolah-olah kau tidak ikut masuk, Dae?”
   “Karena aku memang tidak masuk ke rumah hantu, Baek. Kau menghilang saat aku kembali dari toilet. Kukira kau meninggalkanku karena aku sangat lama jadi kau menyusul yang lain. Dan apa kau melihat sesuatu yang aneh dari ‘aku’ lagi?”
Baekhyun terdiam. Tadi dirinya tidak sengaja menatap mata Jongdae selama di rumah hantu. Dan tatapan itu kosong.
   “J... jadi...”
   “Selamat, Baek. Kau bertemu hantu yang mirip dengan Jongdae. Atau mungkin dia memang sengaja menjadi Jongdae,” suara bass Chanyeol memecah suasana hening itu.
   “Yeah, aku tidak menyangka bahkan hantu juga menyukaiku. Ah tidak, dia fansku hahaha...”
Ya, kejadian mistis itu berakhir dengan guyonan Chanyeol dan Jongdae. Sementara semua member tertawa akibat kelakuan dua beagle line itu, Baekhyun hanya berdiam diri mengingat dimana dirinya dan ‘Jongdae’ di rumah hantu.

***

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas. Semua kembali ke kamar masing-masing. Lelah karena mencari Baekhyun dan juga lelah karena mereka banyak tertawa. Chanyeol merangkul sahabatnya yang masih setia dengan pikirannya.
   “Sudahlah, Baek. Jangan terlalu dipikirkan, setidaknya kau keluar dengan selamat dan tidak dibawa kabur,”
   “Ya! Jaga bicaramu, Park Chanyeol!”
Pemuda tinggi itu tertawa lebar melihat sahabatnya kesal. Mereka segera berbaring di ranjang masing-masing. Baekhyun menatap satu persatu roomatenya. Minseok dan Tao sudah tidur pulas, begitu juga Chanyeol yang terlelap dengan earphone di kupingnya. Suasana hening membuat Baekhyun merinding. Apalagi mengingat kenyataan dia baru saja bersama dengan hantu. Tiba-tiba saja tengkuknya merasa dingin, seakan ada angin yang berhembus. Matanya membulat sempurna saat mendengar suara lirih di telinganya.
   “Selamat malam, Byun Baekhyun~”
Detik itu juga suara cempreng Baekhyun memenuhi dorm EXO dan berakhir dengan menyalanya lampu apartemen tetangga mereka.


-END-








Kkkk~
Maaf ya kalau ff ini agak garing,soalnya baru kali pertama buat komedi horor.
Maaf juga kalau kurang serem.
Iseng-iseng aja sih buat ini,dan beruntung juga karena idenya dapet dari EST ep 10.
Kalau semisal ada kesamaan cerita mohon maaf,tapi ff ini ngalir gt aja di otakku hehe ^_^

Mohon komenya,kritik,dan saran kkk~ ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar