Valentine's Day Pumping Heart

Selasa, 15 Juli 2014

Fanfiction : PikaChibi Town




Title                 : PikaChibi Town
Author             : DaeKim
Genre              : Fluff (mungkin -,-)
Cast                 : Lu Han
                          Lee Sunkyu


Bosan. Itulah yang dirasakan Luhan saat ini. Pemuda China yang tengah merantau di Korea ini sedang menikmati masa liburan kuliahnya. Mata rusanya kini tertuju pada laptop yang baru saja ia matikan setelah bermain game seharian. Ia jadi teringat kata-kata Jongin, tetangga apartemennya, jika anak itu sedang asik memainkan game yang berkarakter. Dan di game itu, dia bisa berkomunikasi dengan karakter lain. Alias, orang yang memainkan karakter itu.

Dengan mengingat-ingat apa nama game itu, Luhan kembali menyalakan laptop yang belum genap satu jam ia matikan. Ia membuka situs pencarian dan menuliskan nama game itu dan segera mendownloadnya.

***

Welcome to PikaChibi Town!!
Create your character and finding your friend in this world!!

Luhan menaikan satu alisnya. Detik itu juga ia mulai serius berkutat dengan pembuatan karakter. Jarinya bergerak kesana kemari, sangat antusias dengan pembuatan karakter yang akan menggambarkan dirinya. Setelah hampir satu jam mengotak-atik berbagai bentuk karakter, ia pun meng-klik tulisan ‘OK’. Dan sebuah karakter chibi miliknya telah jadi. Kini tinggal memikirkan usernma apa yang akan ia gunakan.
   “Tidak mungkin aku menggunakan nama instagramku. Tidak keren,” monolognya.
   “Lulu... tidak, itu terlalu menjijikan. HanHan... eish, bahkan nama pemberian Jongdae sangat tidak elit. Xiao Lu, tapi aku bukan anak rusa,” dan beberapa nama lainnya keluar dari otaknya. Tapi tidak satupun yang menarik. Hingga akhirnya Luhan menyerah dan menggunakan marganya sebagai usernamenya. Lu.

Welcome to PikaChibi Town, Lu!!
Enjoy the game and find your new friend!!

   “Okay. Let’s play this game, Lu,”
Dan mulailah pemuda China itu bermain dengan dunia barunya. Semoga kau mendapat teman baru, Luhan.

***

   “Wow, aku tidak menyangka kau bermain PikaChibi juga, Hyung,” Jongdae memasang muka tidak percayanya saat melihat karakter Luhan di game itu.
   “Aku penasaran, jadi aku mencoba memainkannya. Jongin yang merekomendasikan game itu,” ujar Luhan sambil memakan snacknya. Ia duduk di sebelah Jongdae yang tengah bermain game.
   “Kau tahu, Hyung, Jongin mendapatkan pacar karena game ini,”
   “Jinri maksudmu? Yang benar saja,”
   “Ck... aku serius. Dia berkenalan dengan Jinri lewat game ini. Dan akhirnya mereka ketemuan dan sekarang menjadi sepasang kekasih. Sebenarnya aku juga sedang dalam masa pendekatan dengan teman gadis di game ini haha,”
Luhan hanya mencibir omong kosong Jongdae dan kembali asik dengan acara melihat tetangganya itu bermain. Ia hampir menyemburkan makanan yang ia kunyah saat melihat kata-kata Jongdae saat merayu karakter gadis yang ia incar.
   “Mana bisa kau merayunya hanya dengan mentraktir dia di cafe. Cari cara lain, itu sangat pasaran,”
   “Lihat saja nanti, Hyung. Dia akan menjadi pacarku yang kelima,”
Detik itu juga Luhan memilih diam. Ia tidak tahu fakta bahwa seorang bermuka kotak mirip dengan dinasaurus dan unta itu bisa memiliki pacar sebanyak empat. Dan kini ia masih mengincar gadis lain. Satu yang ada dipikiran Luhan untuk Jongdae. Gila.

***

Sudah hampir seminggu ini Luhan menikmati dunia barunya di dunia PikaChibi itu. Ia mendapatkan banyak teman, berkat kepintaran berbahasa inggrisnya ia  bisa mendapatkan teman dari luar Korea dan China.

Luhan membawa karakternya ke taman. Berbagai karakter chibi bermain disana. Ada yang berkencan, ada yang berkejar-kejaran, ataupun hanya duduk-duduk saja seperti dirinya. Tapi ada satu yang menarik perhatiannya. Karakter chibi yang baru dua jam lalu ia jadikan teman. Ia sederhana, tidak sepertia karakter chibi wanita di pertemanannya. SummerLee, itu nama usernamenya.

Dengan tekad bulat Luhan mencoba untuk mendekati karakter itu dan duduk di sampingnya. Mencoba memulai percakapan dengan SummerLee.

Hei, Summer. Kenapa sendirian saja?

Tidak lama SummerLee membalas.

Ah... aku hanya ingin sendiri. Aku tidak pandai berteman ^^
Kau sendiri kenapa sendirian?

Luhan tersenyum dan akhirnya mengajak SummerLee mengobrol. Setidaknya dia tidak akan menjadi orang aneh yang hanya berputar-putar tak tentu arah di taman itu. Dan tanpa ia sadari, Summer akan mengubah hidupnya suatu hari nanti.

***

Sudah enam bulan ini Luhan dekat dengan karakter SummerLee. Tak jarang mereka saling curhat, berbagi cerita keseharian, dan bagusnya mereka memiliki hobi yang sama. Bahkan mereka sudah bertukar nomor handphone.

Ckckck... kasihan sekali Lu ini. Kau kan laki-laki manly,setidaknya kau harus berani menyatakan cinta pada dosen incaranmu itu

Hari ini Luhan menceritakan kisah cintanya pada dosen favoritnya. Tapi ia tidak berani untuk menyatakan perasaannya.

Tapi aku benar-benar malu. Aku bisa habis dikeroyok ribuan fansnya di kampus. Dan aku tidak mau mati konyol

Yayaya, terserah kau saja

Luhan memasang wajah cemberut. Meminta saran pada Summer itu sangat susah. Dia sangat cuek, itu yang ia tahu saat sudah dekat dengannya.

Baiklah. Lalu bagaiman kau dengan laki-laki yang kau taksir itu?

Pemuda China itu lebih memilih mengambil topik lain sebelum ia kehabisan mood. Lama menunggu, akhirnya chatnya dibalas oleh Summer.

Jangan bahas dia. Aku sudah membencinya!!

Luhan menaikkan alisnya. Apa dia marah. Oh tidak, jangan sampai Summer marah, karena bisa saja dia tidak akan aktif selama beberapa hari. Itu yang ia alami saat Summer tengah kesal dan dengan tidak tepat ia datang untuk mengganggu.

Oke. Aku diam, tapi bisa ceritakan kenapa?

Dia sudah memiliki pacar. Dan dengan bodohnya aku menyukainya. Hiks, dia perayu ulung. Aku termakan rayuannya

Dan terlihatlah karakter Summer yang menangis. Karena tidak enak, Luhan berusaha menenangkan gadis itu. Ada beberapa karakter yang menghampiri mereka dan bertanya kenapa dengan Summer.

Sudahlah, jangan terlalu kau pikirkan. Setidaknya kau tidak sampai menjadi kekasihnya, kan. Masih banyak laki-laki lain di dunia ini, kau pasti mendapat yang terbaik

Jujur saja, melihat Summer yang menangis walaupun mungkin hanya dibayangannya saja, membuat hati Luhan sakit. Entahlah, dia sendiri tidak tahu. Atau mungkin dia belum sadar dengan perasaannya.

Terimakasih, Lu. Kau memang selalu bisa membuatku kembali tenang

Kkk... terimakasih kembali, Summer

Luhan pun meminta ijin untuk offline. Dan malam itu berakhir dengan sebuah senyuman dalam tidur seorang Luhan, entah apa arti senyuman itu. Dia sendiri tidak menyadarinya.

***

Mungkin apa yang terjadi pada Jongin dan Jongdae akan terjadi padanya juga. Luhan menyukai karakter SummerLee itu. Sifatnya, tingkah konyolnya, dan berbagai hal lain. Mereka memang sering berkomunikasi melalu pesan singkat atau email. Tapi tidak pernah yang namanya menelfon. Luhan malu. Ia mengakuinya saat menceritakan hal itu pada si kembar Kim.
   “Buat saja dia menyukaimu, Hyung. Kau bilang dia sedang patah hati kan? Hibur dia, selalu ada untuknya adalah poin utama. Kau bisa mengambil hatinya dengan itu,”
Itu adalah saran Jongin. Ia akui, tetangganya itu sangat ahli dalam mengambil hati perempuan. Terbukti ia bisa tahan hampir tujuh bulan dengan Jinri.

***

Hari, minggu, dan bulan pun Luhan lewati. Sampai akhirnya tahun 2013 berganti menjadi 2014. Tahun baru dimana ia akan mendapatkan hal-hal yang baru juga. Dimana dia mengetahui bahwa SummerLee juga mulai menyukainya.

Luhan memulai masa pendekatannya. Ia mulai bertanya identitas SummerLee yang bernama asli Lee Sunkyu. Mereka juga bertukar selca satu sama lain. Ia tinggal di Busan, hanya saja kini ia tinggal di Seoul untuk berkuliah. Sama dengannya, Luhan juga berada di Seoul untuk berkuliah. Sunkyu lebih tua satu tahun darinya. Sunkyu berumur 22, sementara dirinya sendiri 21. Dan fakta yang membuatnya tercengang adalah, mereka berada di satu kampus yang sama. Walaupun berbeda jurusan. Dia jurusan desain komunikasi visual, dan dirinya jurusan sastra.

***

Tiga bulan masa pendekatan, dan inilah saat yang Luhan tunggu-tunggu. Ia ingin mengucapakan selamat ulang tahun pada Sunkyu di hari ulang tahunnya. Kemarin saat ulang tahunnya, ia mendapatkan sebuah kado dari Sunkyu yang dititipkan pada teman sejurusannya. Kado itu berisi boneka chibi ukuran sedang yang menjadi karakternya dan juga karakter Sunkyu yang sedang bergandengan. Sangat lucu dan ia jadikan pajangan di atas televisi.

Pukul dua belas tepat. Dengan segera Luhan mengetik nomor Sunkyu yang sudah ia hafal. Suara sambungan membuatnya tegang. Dan saat suara sambungan ketiga, sambungan diangkat.
   “Halo?”
Suara imut menyapa pendengarannya. Sungguh, Luhan sangat nervous saat ini.
   “Halo, Noona. Maaf aku mengganggu malam-malam begini,” ujar Luhan meminta maaf. Sebuah tawa kecil terdengar.
   “Kau memang menggangu, baru saja aku mau tidur, Lu,”
Jleb. Itu benar-benar membuatnya drop. Bagaimana ini. Dan akhirnya Luhan nekat saja menjalankan rencananya.
   “Noona, selamat ulang tahun yang ke 23. Semoga kau bertambah cantik dan semakin dewasa. Semua mimpimu tercapai, maaf jika aku mengganggumu malam-malam begini. Aku hanya ingin memberikanmu kejutan. Semoga kau menyukainya, Noona. Dan yang terakhir... aku menyayangimu,”

Hening.

Tidak ada jawaban dari Sunkyu. Itu membuat Luhan benar-benar merasa bodoh dengan perkataannya. Dalam hati ia terus berdoa agar Sunkyu tidak marah padanya. Tapi setelah beberapa menit hening, Luhan merasa Sunkyu tidak suka dengan kata-katanya.
   “Noona tidak suka, ya? Maaf...”
   “Siapa bilang aku tidak suka. Aku suka, Lu. Sangat suka. Aku hanya... terharu. Kejutan kecilmu benar-benar membuatku ingin menangis,”
Isakan kecil terdengar, membuat Luhan kelabakan. Tapi perasaan tenang bercampur gembira segera hadir saat Sunkyu mengatakan beberapa kalimat.
   “Aku juga menyayangimu, Lu. Aku harap kita bisa bertemu. Terimakasih karena kau adalah orang pertama yang memberiku ucapan selamat ulang tahun. Orang yang aku... cintai,”
   “Noona, kau serius?”
   “Untuk apa aku bercanda, Lu,”
   “Kalau begitu, aku juga mencintai noona. Bagaimana kalau hari ini kita bertemu di cafe depan kampus?”
   “Baiklah, aku yang traktir,”
   “Hum... baiklah,”
   “Jadi... kita resmi jadian?”
   “Tentu saja, SummerLee,”
Sunkyu tertawa, begitu juga Luhan. Malam itu mereka habiskan dengan mengobrol sampai pagi. Mereka bercerita tentang apa saja yang terjadi di seharian ini, dan menggosipkan dosen yang terkenal killer di kampus mereka.

Luhan menutup sambungan setelah berkata agar Sunkyu beristirahat. Hari baru telah dimulai. Begitu juga cerita cintanya yang akan dimulai. Berawal dari sebuah game konyol yang membuat perasaan mereka bersemi sedikit demi sedikit. Hingga berkembang menjadi sebuah cinta yang sebenarnya. Ia berharap, perasaan itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Sampai mereka berada di altar, memiliki anak, memiliki cucu, dan maut memisahkan.



Absurd?
Jelas banget ini absurd.
Jangan bash saya gara-gara cast di fanfiction ini /.\
Hehe....
Kenapa aku milih Luhan sama Sunkyu sebagai cast?
Karena aku punya feel sama kedua orang itu untuk dijadiin cast fanfiction. Walaupun awalnya aku mau pake Sooyoung, cuman ya itu, nggak ngepas ._.. Sooyoung cocok sama Chanyeol (efek nonton marry you snsd feat exo)
Wkwkwk enggak, ada alasan dibalik kenapa aku pilih Luhan sebagai cast XD. Dan Sunkyu... itu biasku.
Mungkin kalian ada yang pernah baca fanfiction tentang chara, kalau pernah, saya mohon maaf banget kalau ide ceritanya sama. Tapi ide keseluruhan cerita 100% milik aku.

Oke, sekali lagi jangan bash saya. Ini hanya sebuah fanfiction.
Mohon komentar dari para hadirin yang membaca, mau kasih kritik sama saran juga saya perbolehkan. Aku masih belajar soalnya.
Makasih sebelumnya ^_^

P.S :
Kenapa aku kasih nama PikaChibi Town?
Karena aku suka pikachu, dan pikachu tuh kecil mirip chibi, jadilah PikaChibi XP

P.S.S :
Sebenernya fanfict ini ide dari temen hehe


Tidak ada komentar:

Posting Komentar