Title :
PikaChibi Town
Author :
DaeKim
Genre : Fluff
(mungkin -,-)
Cast :
Lu Han
Lee Sunkyu
Bosan.
Itulah yang dirasakan Luhan saat ini. Pemuda China yang tengah merantau di
Korea ini sedang menikmati masa liburan kuliahnya. Mata rusanya kini tertuju
pada laptop yang baru saja ia matikan setelah bermain game seharian. Ia jadi
teringat kata-kata Jongin, tetangga apartemennya, jika anak itu sedang asik
memainkan game yang berkarakter. Dan di game itu, dia bisa berkomunikasi dengan
karakter lain. Alias, orang yang memainkan karakter itu.
Dengan
mengingat-ingat apa nama game itu, Luhan kembali menyalakan laptop yang belum
genap satu jam ia matikan. Ia membuka situs pencarian dan menuliskan nama game
itu dan segera mendownloadnya.
***
Welcome to PikaChibi Town!!
Create your character and finding your
friend in this world!!
“Tidak mungkin aku menggunakan nama
instagramku. Tidak keren,” monolognya.
“Lulu... tidak, itu terlalu menjijikan.
HanHan... eish, bahkan nama pemberian Jongdae sangat tidak elit. Xiao Lu, tapi
aku bukan anak rusa,” dan beberapa nama lainnya keluar dari otaknya. Tapi tidak
satupun yang menarik. Hingga akhirnya Luhan menyerah dan menggunakan marganya
sebagai usernamenya. Lu.
Welcome to PikaChibi Town, Lu!!
Enjoy the game and find your new
friend!!
“Okay.
Let’s play this game, Lu,”
Dan
mulailah pemuda China itu bermain dengan dunia barunya. Semoga kau mendapat
teman baru, Luhan.
***
“Wow, aku tidak menyangka kau bermain
PikaChibi juga, Hyung,” Jongdae memasang muka tidak percayanya saat melihat
karakter Luhan di game itu.
“Aku penasaran, jadi aku mencoba
memainkannya. Jongin yang merekomendasikan game itu,” ujar Luhan sambil memakan
snacknya. Ia duduk di sebelah Jongdae
yang tengah bermain game.
“Kau tahu, Hyung, Jongin mendapatkan pacar
karena game ini,”
“Jinri maksudmu? Yang benar saja,”
“Ck... aku serius. Dia berkenalan dengan
Jinri lewat game ini. Dan akhirnya mereka ketemuan dan sekarang menjadi
sepasang kekasih. Sebenarnya aku juga sedang dalam masa pendekatan dengan teman
gadis di game ini haha,”
Luhan
hanya mencibir omong kosong Jongdae dan kembali asik dengan acara melihat
tetangganya itu bermain. Ia hampir menyemburkan makanan yang ia kunyah saat
melihat kata-kata Jongdae saat merayu karakter gadis yang ia incar.
“Mana bisa kau merayunya hanya dengan
mentraktir dia di cafe. Cari cara lain, itu sangat pasaran,”
“Lihat saja nanti, Hyung. Dia akan menjadi
pacarku yang kelima,”
Detik
itu juga Luhan memilih diam. Ia tidak tahu fakta bahwa seorang bermuka kotak
mirip dengan dinasaurus dan unta itu bisa memiliki pacar sebanyak empat. Dan
kini ia masih mengincar gadis lain. Satu yang ada dipikiran Luhan untuk
Jongdae. Gila.
***
Sudah
hampir seminggu ini Luhan menikmati dunia barunya di dunia PikaChibi itu. Ia
mendapatkan banyak teman, berkat kepintaran berbahasa inggrisnya ia bisa mendapatkan teman dari luar Korea dan
China.
Luhan
membawa karakternya ke taman. Berbagai karakter chibi bermain disana. Ada yang
berkencan, ada yang berkejar-kejaran, ataupun hanya duduk-duduk saja seperti
dirinya. Tapi ada satu yang menarik perhatiannya. Karakter chibi yang baru dua
jam lalu ia jadikan teman. Ia sederhana, tidak sepertia karakter chibi wanita
di pertemanannya. SummerLee, itu nama usernamenya.
Dengan
tekad bulat Luhan mencoba untuk mendekati karakter itu dan duduk di sampingnya.
Mencoba memulai percakapan dengan SummerLee.
‘Hei, Summer. Kenapa sendirian saja?’
Tidak
lama SummerLee membalas.
‘Ah... aku hanya ingin sendiri. Aku tidak
pandai berteman ^^
Kau sendiri kenapa sendirian?’
Luhan
tersenyum dan akhirnya mengajak SummerLee mengobrol. Setidaknya dia tidak akan
menjadi orang aneh yang hanya berputar-putar tak tentu arah di taman itu. Dan
tanpa ia sadari, Summer akan mengubah hidupnya suatu hari nanti.
***
Sudah
enam bulan ini Luhan dekat dengan karakter SummerLee. Tak jarang mereka saling
curhat, berbagi cerita keseharian, dan bagusnya mereka memiliki hobi yang sama.
Bahkan mereka sudah bertukar nomor handphone.
‘Ckckck... kasihan sekali Lu ini. Kau kan
laki-laki manly,setidaknya kau harus berani menyatakan cinta pada dosen
incaranmu itu’
Hari
ini Luhan menceritakan kisah cintanya pada dosen favoritnya. Tapi ia tidak
berani untuk menyatakan perasaannya.
‘Tapi aku benar-benar malu. Aku bisa habis
dikeroyok ribuan fansnya di kampus. Dan aku tidak mau mati konyol’
‘Yayaya, terserah kau saja’
Luhan
memasang wajah cemberut. Meminta saran pada Summer itu sangat susah. Dia sangat
cuek, itu yang ia tahu saat sudah dekat dengannya.
‘Baiklah. Lalu bagaiman kau dengan laki-laki
yang kau taksir itu?’
Pemuda
China itu lebih memilih mengambil topik lain sebelum ia kehabisan mood. Lama
menunggu, akhirnya chatnya dibalas oleh Summer.
‘Jangan bahas dia. Aku sudah membencinya!!’
Luhan
menaikkan alisnya. Apa dia marah. Oh tidak, jangan sampai Summer marah, karena
bisa saja dia tidak akan aktif selama beberapa hari. Itu yang ia alami saat
Summer tengah kesal dan dengan tidak tepat ia datang untuk mengganggu.
‘Oke. Aku diam, tapi bisa ceritakan kenapa?’
‘Dia sudah memiliki pacar. Dan dengan
bodohnya aku menyukainya. Hiks, dia perayu ulung. Aku termakan rayuannya’
Dan
terlihatlah karakter Summer yang menangis. Karena tidak enak, Luhan berusaha
menenangkan gadis itu. Ada beberapa karakter yang menghampiri mereka dan
bertanya kenapa dengan Summer.
‘Sudahlah, jangan terlalu kau pikirkan.
Setidaknya kau tidak sampai menjadi kekasihnya, kan. Masih banyak laki-laki
lain di dunia ini, kau pasti mendapat yang terbaik’
Jujur
saja, melihat Summer yang menangis walaupun mungkin hanya dibayangannya saja,
membuat hati Luhan sakit. Entahlah, dia sendiri tidak tahu. Atau mungkin dia
belum sadar dengan perasaannya.
‘Terimakasih, Lu. Kau memang selalu bisa
membuatku kembali tenang’
‘Kkk... terimakasih kembali, Summer’
Luhan
pun meminta ijin untuk offline. Dan malam itu berakhir dengan sebuah senyuman
dalam tidur seorang Luhan, entah apa arti senyuman itu. Dia sendiri tidak
menyadarinya.
***
Mungkin
apa yang terjadi pada Jongin dan Jongdae akan terjadi padanya juga. Luhan
menyukai karakter SummerLee itu. Sifatnya, tingkah konyolnya, dan berbagai hal
lain. Mereka memang sering berkomunikasi melalu pesan singkat atau email. Tapi
tidak pernah yang namanya menelfon. Luhan malu. Ia mengakuinya saat
menceritakan hal itu pada si kembar Kim.
“Buat saja dia menyukaimu, Hyung. Kau bilang
dia sedang patah hati kan? Hibur dia, selalu ada untuknya adalah poin utama.
Kau bisa mengambil hatinya dengan itu,”
Itu
adalah saran Jongin. Ia akui, tetangganya itu sangat ahli dalam mengambil hati
perempuan. Terbukti ia bisa tahan hampir tujuh bulan dengan Jinri.
***
Hari,
minggu, dan bulan pun Luhan lewati. Sampai akhirnya tahun 2013 berganti menjadi
2014. Tahun baru dimana ia akan mendapatkan hal-hal yang baru juga. Dimana dia
mengetahui bahwa SummerLee juga mulai menyukainya.
Luhan
memulai masa pendekatannya. Ia mulai bertanya identitas SummerLee yang bernama
asli Lee Sunkyu. Mereka juga bertukar selca satu sama lain. Ia tinggal di
Busan, hanya saja kini ia tinggal di Seoul untuk berkuliah. Sama dengannya,
Luhan juga berada di Seoul untuk berkuliah. Sunkyu lebih tua satu tahun
darinya. Sunkyu berumur 22, sementara dirinya sendiri 21. Dan fakta yang
membuatnya tercengang adalah, mereka berada di satu kampus yang sama. Walaupun
berbeda jurusan. Dia jurusan desain komunikasi visual, dan dirinya jurusan
sastra.
***
Tiga
bulan masa pendekatan, dan inilah saat yang Luhan tunggu-tunggu. Ia ingin
mengucapakan selamat ulang tahun pada Sunkyu di hari ulang tahunnya. Kemarin
saat ulang tahunnya, ia mendapatkan sebuah kado dari Sunkyu yang dititipkan
pada teman sejurusannya. Kado itu berisi boneka chibi ukuran sedang yang
menjadi karakternya dan juga karakter Sunkyu yang sedang bergandengan. Sangat
lucu dan ia jadikan pajangan di atas televisi.
Pukul
dua belas tepat. Dengan segera Luhan mengetik nomor Sunkyu yang sudah ia hafal.
Suara sambungan membuatnya tegang. Dan saat suara sambungan ketiga, sambungan
diangkat.
“Halo?”
Suara
imut menyapa pendengarannya. Sungguh, Luhan sangat nervous saat ini.
“Halo, Noona. Maaf aku mengganggu malam-malam
begini,” ujar Luhan meminta maaf. Sebuah tawa kecil terdengar.
“Kau memang menggangu, baru saja aku mau
tidur, Lu,”
Jleb.
Itu benar-benar membuatnya drop. Bagaimana ini. Dan akhirnya Luhan nekat saja
menjalankan rencananya.
“Noona, selamat ulang tahun yang ke 23.
Semoga kau bertambah cantik dan semakin dewasa. Semua mimpimu tercapai, maaf
jika aku mengganggumu malam-malam begini. Aku hanya ingin memberikanmu kejutan.
Semoga kau menyukainya, Noona. Dan yang terakhir... aku menyayangimu,”
Hening.
Tidak
ada jawaban dari Sunkyu. Itu membuat Luhan benar-benar merasa bodoh dengan
perkataannya. Dalam hati ia terus berdoa agar Sunkyu tidak marah padanya. Tapi
setelah beberapa menit hening, Luhan merasa Sunkyu tidak suka dengan
kata-katanya.
“Noona tidak suka, ya? Maaf...”
“Siapa bilang aku tidak suka. Aku suka, Lu.
Sangat suka. Aku hanya... terharu. Kejutan kecilmu benar-benar membuatku ingin
menangis,”
Isakan
kecil terdengar, membuat Luhan kelabakan. Tapi perasaan tenang bercampur
gembira segera hadir saat Sunkyu mengatakan beberapa kalimat.
“Aku juga menyayangimu, Lu. Aku harap kita
bisa bertemu. Terimakasih karena kau adalah orang pertama yang memberiku ucapan
selamat ulang tahun. Orang yang aku... cintai,”
“Noona, kau serius?”
“Untuk apa aku bercanda, Lu,”
“Kalau begitu, aku juga mencintai noona.
Bagaimana kalau hari ini kita bertemu di cafe depan kampus?”
“Baiklah, aku yang traktir,”
“Hum... baiklah,”
“Jadi... kita resmi jadian?”
“Tentu saja, SummerLee,”
Sunkyu
tertawa, begitu juga Luhan. Malam itu mereka habiskan dengan mengobrol sampai
pagi. Mereka bercerita tentang apa saja yang terjadi di seharian ini, dan
menggosipkan dosen yang terkenal killer di kampus mereka.
Luhan
menutup sambungan setelah berkata agar Sunkyu beristirahat. Hari baru telah
dimulai. Begitu juga cerita cintanya yang akan dimulai. Berawal dari sebuah
game konyol yang membuat perasaan mereka bersemi sedikit demi sedikit. Hingga
berkembang menjadi sebuah cinta yang sebenarnya. Ia berharap, perasaan itu
tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Sampai mereka berada di altar,
memiliki anak, memiliki cucu, dan maut memisahkan.
Absurd?
Jelas
banget ini absurd.
Jangan
bash saya gara-gara cast di fanfiction ini /.\
Hehe....
Kenapa
aku milih Luhan sama Sunkyu sebagai cast?
Karena
aku punya feel sama kedua orang itu untuk dijadiin cast fanfiction. Walaupun
awalnya aku mau pake Sooyoung, cuman ya itu, nggak ngepas ._.. Sooyoung cocok
sama Chanyeol (efek nonton marry you snsd feat exo)
Wkwkwk
enggak, ada alasan dibalik kenapa aku pilih Luhan sebagai cast XD. Dan
Sunkyu... itu biasku.
Mungkin
kalian ada yang pernah baca fanfiction tentang chara, kalau pernah, saya mohon
maaf banget kalau ide ceritanya sama. Tapi ide keseluruhan cerita 100% milik
aku.
Oke,
sekali lagi jangan bash saya. Ini hanya sebuah fanfiction.
Mohon
komentar dari para hadirin yang membaca, mau kasih kritik sama saran juga saya
perbolehkan. Aku masih belajar soalnya.
Makasih
sebelumnya ^_^
P.S
:
Kenapa
aku kasih nama PikaChibi Town?
Karena
aku suka pikachu, dan pikachu tuh kecil mirip chibi, jadilah PikaChibi XP
P.S.S
:
Sebenernya
fanfict ini ide dari temen hehe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar